Wow! Punya 1 Keping Bitcoin Bisa Beli 2 Avanza Terbaru

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 16:41 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Dari semenjak pertama kali muncul, nilai bitcoin terus mengalami peningkatan. Bahkan per hari ini nilai mata uang cryptocurrency ini sudah mencapai US$ 28.000 setara Rp 397 juta (kurs Rp 14.098).

Itu artinya jika memiliki 1 keping bitcoin bisa membeli 2 mobil terbaru sekelas MPV. New Avanza misalnya, untuk tahun ini harganya tipe termurahnya dibanderol sekitar 197 juta.

Bitcoin memang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Uang digital ini telah melebihi nilai Visa (V) atau Mastercard (MA), bahkan Walmart (WMT). Lonjakan ini menjadi rekor baru cryptocurrency yang 11 hari lalu terus melonjak dari nilai US$ 20 ribu.

Dikutip dari CNN, Senin (28/12/2020) kenaikan nilai bitcoin didorong beberapa faktor, di antaranya banyak investor yang telah berinvestasi ke dalam bitcoin atau cryptocurrency lainnya selama pandemi COVID-19. Hal itu disebabkan karena Federal Reserve yang menetapkan suku bunga mendekati nol selama pandemi dan diprediksi akan berjangka panjang. Hal itu tentu melemahkan nilai tukar dolar AS.

Meski di dunia jumlah bitcoin memiliki batasan, investor percaya jika bitcoin habis nilai mata uang digital ini tetap terus meningkat. Optimisme melonjaknya bitcoin juga didorong oleh banyaknya investor kelas kakap yang menimbun uang digital ini, serta bertambahnya perusahaan keuangan yang telah mengizinkan transaksi bitcoin.

Seperti pimpinan di BlackRock (BLK) baru-baru ini mengatakan cryptocurrency dapat menggantikan emas, dan dua perusahaan keuangan Square (SQ) dan PayPal (PYPL) telah mengizinkan transaksi bitcoin.

Namun, sejumlah pihak memperingatkan untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi lonjakan bitcoin. Pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci mengatakan bitcoin adalah aset yang mudah berubah dan berisiko. Dia memprediksi bitcoin tiba-tiba bisa jatuh 20% hingga 50%.

"Anda harus sangat berhati-hati," tambahnya.

(das/dna)