RI Mau Punya Rupiah Digital, China Sudah Duluan Lirik Yuan Digital

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 17:35 WIB
Man hand counting Chinese Yuan bank notes currency.
Yuan/Foto: Dok. Thinkstock
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) berencana membuat rupiah digital. Rencana ini dibuat seiring dengan sudah maraknya jenis cryptocurrency yang ada.

Indonesia bukan yang pertama ingin membuat mata uangnya menjadi digital. China sudah jauh lebih dulu membuat rencana itu.

Yuan digital sudah disiapkan jauh-jauh hari. Mata uang itu digadang-gadang menggeser posisi dolar AS sebagai mata uang global.

Pada September 2020, People's Bank of China (PBOC) disebut sudah melakukan uji coba di sejumlah wilayah di China. Penambang Bitcoin asal China Chandler Guo menyebut sistem pembayaran yang dibuat oleh China yang disebut dengan DCEP. Guo menyebutkan DCEP ini akan menjadi mata uang resmi China dalam versi digital dan akan menjadi mata uang global yang mendominasi.

"Suatu hari nanti semua orang di dunia akan menggunakan DCEP," kata dia.

Guo mengatakan keberhasilan DCEP ini dilandasi dengan banyaknya orang China yang berada di luar negeri. Kendati begitu, banyak yang mempertanyakan juga, pengembangan mata uang ini akan menimbulkan kekhawatiran jika uang itu digunakan untuk memata-matai warga China.

Sama seperti Bitcoin, DCEP menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi transaksi. Dalam praktiknya blockchain ini tidak memerlukan bank jika ingin melakukan pembayaran satu sama lain.

Nasabah Agricultural Bank of China wilayah Shenzen pada awal tahun lalu juga sudah mulai menukarkan uang dari angpao ke yuan digital. Hal itu karena bank meluncurkan mesin ATM untuk menyetor dan menarik yuan digital melalui aplikasi smartphone dan mengonversi uang tunai serta tabungan ke mata uang digital.

Manager Digital Yuan Innovation Lab Zou Hua mengungkapkan mesin ATM ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan uang digital.

Gubernur BI Perry Warjiyo bicara rupiah digital di halaman berikutnya.