Gilanya Pergerakan Bitcoin: Dulu Rp 45 Ribu, Kini Rp 700 Juta!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 28 Feb 2021 14:30 WIB
Ribuan Warga Australia Adukan Kasus Penipuan Bitcoin
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Mata uang kripto beberapa tahun ini mulai jadi primadona para investor, salah satu yang paling populer adalah Bitcoin. Bahkan tahun 2021 baru berjalan dua bulan saja, Bitcoin sudah berkali-kali mencetak rekor.

Harga Bitcoin perlahan merangkak naik dari waktu ke waktu. Bahkan, awalnya Bitcoin pernah cuma seharga puluhan ribu per kepingnya. Seperti apa pergerakannya?

Menurut catatan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) harga Bitcoin pada 2012 sekitar US$ 5-7. Jika dikalikan kurs saat itu sekitar Rp 9.000 maka harga 1 Bitcoin sekitar Rp 45.000-63.000.

Sementara per 15 Februari 2021, harga Bitcoin mencapai US$ 48.149. Menurut perhitungan Bappebti dirupiahkan sekitar Rp 684 juta.

Kemudian beberapa waktu lalu harganya sempat tembus Rp 800 juta dan kini bertengger di RP 660 juta sampai Rp 700 juta.

Masuk ke tahun 2013 harga Bitcoin naik dalam rentang US$ 10-US$ 300. Lalu di 2014 naik lagi menjadi US$ 700 meskipun di akhir tahun juga turun lagi ke posisi US$ 300.

Pada 2015 kembali turun ke US$ 200 dan di akhir 2015 kembali naik ke posisi US$ 420 per coin. Namun, di 2016-2017 harga Bitcoin melambung tinggi ke posisi US$ 9.556. Bahkan di akhir 2017 sempat menyentuh level US$ 20.000.

Sementara di 2018 Bitcoin turun drastis dari posisi US$ 13.657 ke posisi US$ 3.742 di akhir tahunnya. Kemudian di 2019 mulai kembali merangkak naik dari US$ 3.843 ke posisi US$ 7.193 per coin.

Kenaikan drastis kembali terjadi di 2020 dari awal tahun di posisi US$ 8.440 naik menjadi US$ 29.001 di akhir 2020. Di awal tahun 2021 ini Bitcoin sempat mencetak rekor tertingginya menuju angka Rp 800 jutaan per keping.

Namun dalam seminggu ini harganya kembali merosot di level Rp 600 jutaan per keping, hingga Sabtu sore harga Bitcoin menyentuh Rp 680 juta per keping. Kekhawatiran investor akan pengetatan regulasi keuangan soal penggunaan Bitcoin ini jadi pemicu turunnya harga Bitcoin.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Sahudi menilai pergerakan Bitcoin layaknya roller coaster, naik turun sangat drastis. Oleh karena itu Sahudi menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur dan tetap berhati-hati.

"Bisa saja ke depan harga aset kripto ini turun. Mungkin ini saatnya yang tepat melakukan aksi jual," kata Sahudi dalam webinar, Kamis (18/2/2021).

Lihat juga Video: Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin

[Gambas:Video 20detik]



(hal/zlf)