India Mau Larang Uang Kripto, Pemilik hingga Penambang Akan Dihukum

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 09:29 WIB
Bitcoin Melambung Di Atas 20 Ribu Dolar, Bakal Jadi Incaran Investor Awam?
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

India akan mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang cryptocurrency atau mata uang kripto. Rencananya, siapapun yang berdagang hingga menambang aset digital itu dikenai sanksi.

Informasi ini didapat dari keterangan salah satu pejabat pemerintah India, yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia mengatakan RUU tersebut, salah satu kebijakan paling ketat di dunia terhadap cryptocurrency.

Aturan tersebut akan menetapkan orang yang memiliki, menerbitkan, menambang, berdagang, dan transfer aset kripto sebagai kriminal. Dikutip dari Reuters, Senin (15/3/2021), langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah yang diserukan pada Januari lalu, bahwa pelarangan mata uang virtual pribadi seperti bitcoin sambil membangun kerangka kerja untuk mata uang digital resmi negara itu sendiri.

Jika larangan tersebut menjadi undang-undang, India akan menjadi negara ekonomi besar pertama yang menjadikan uang kripto ilegal. Bahkan China, yang melarang penambangan dan perdagangan, tidak menghukum kepemilikan.

Namun, Kementerian Keuangan India tidak segera menanggapi permintaan komentar terhadap kabar tersebut.

Meskipun ada ancaman larangan pemerintah India, volume transaksi di negara itu membengkak. Untuk 8 juta investor sekarang memegang 100 miliar rupee (US$ 1,4 miliar) dalam investasi kripto.

"Uang berlipat ganda dengan cepat setiap bulan dan Anda tidak ingin duduk di pinggir lapangan. Meskipun orang panik karena potensi larangan, keserakahan mendorong pilihan ini," kata Sumnesh Salodkar, seorang investor kripto dari India.

Unocoin, salah satu bursa mata uang digital tertua di India, menambahkan 20.000 pengguna pada bulan Januari dan Februari, meskipun ada kekhawatiran tentang larangan untuk mata uang kripto.

(ara/ara)