Menakar Jumlah Bitcoin yang Dimiliki Elon Musk

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 12:51 WIB
Dua miliuner dunia, Richard Branson dan Elon Musk bertarung sengit dalam pengembangan transportasi super cepat. Mereka juga punya bisnis pesawat komersil yang bisa terbang ke luar angkasa.
Foto: Istimewa/Hyperloop/The Boring Company/Geety Images
Jakarta -

CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk merupakan salah satu orang yang mampu menggerakkan harga bitcoin dan beberapa cryptocurrency lainnya. Dikutip dari financialexpress, disebutkan jika saat ini Musk sudah memiliki bitcoin senilai US$ 5 miliar. Nilai ini didapatkan melalui Tesla, SpaceX dan jalur pribadi.

Memang Musk terakhir kali memberitahu berapa banyak bitcoin yang dimilikinya pada Februari 2018 lalu. Saat itu dia menyebutkan ia tak memiliki cyrptocurrency lain.

Hanya 0,25 BTC yang dia miliki, itupun dikirim oleh temannya beberapa tahun yang lalu. Pada Februari tahun ini Musk membeli US$ 1,5 miliar bitcoin untuk kampanye perubahan iklim. Namun di sisi lain dampak penambangan bitcoin ini bisa mempengaruhi lingkungan, karena energi yang sangat besar untuk melakukan penambangan.

Dari penelitian Alex De Vries menyebutkan penambangan bitcoin ini setara dengan emisi karbon tahunan sebesar 98,9 megaton (Mt) CO2 yang dihasilkan oleh kota London.

Menurut blog Digiconomist yang juga didirikan De Vries satu transaksi bitcoin memiliki jejak karbon 359,04 kgCO2 atau setara dengan jejak karbon ketika bertransaksi VISA sebanyak 795.752 kali atau menonton YouTube 59.840 jam.

Awal bulan Februari, perusahaan pembuat mobil listrik ini telah memborong bitcoin kurang lebih US$ 1,5 miliar. Harga mata uang kripto ini sudah naik hampir 72%. Saat ini, harga bitcoin tembus US$ 57.000 per keping dan menjadi tertinggi sepanjang sejarah.

Sementara Tesla membeli bitcoin ketika harga masih berada di kisaran US$ 30.000 hingga US$ 40.000 pada Januari 2021.

"Investasi bitcoin adalah sampingan untuk Tesla, ini jelas merupakan investasi awal yang baik dan kami perkirakan tren yang berdampak pada perusahaan publik lainnya selama 12 hingga 18 bulan ke depan," kata Ives dalam catatannya.

Tonton juga Video: Rp 10 Ribu Bisa Beli Bitcoin

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)