Ternyata Ini Alasan LinkAja Jual Saham ke Gojek

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 18 Apr 2021 16:29 WIB
LinkAja
Foto: LinkAja
Jakarta -

Perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) besutan badan usaha milik negara (BUMN), LinkAja bulan lalu mengumumkan investasi strategis dari Gojek. Dalam penggalangan dana melalui penerbitan saham preferen Seri B, Link Aja memperoleh komitmen lebih dari US$ 100 juta.

Direktur Marketing LinkAja Edward Kilian Suwignyo pun membeberkan alasan pihaknya menjual sebagian saham ke Gojek. Apa katanya?

"Yang dimandatkan adalah kalau di LinkAja ini kan kita mayoritas memang dimiliki oleh perusahaan Indonesia ya BUMN. Sebetulnya ditargetkan kan jadi memang national champion itu kan dengan mayoritas Itu punyanya Indonesia," kata dia kepada wartawan baru-baru ini.

Tapi di sisi lain, pihaknya menyadari jika LinkAja ingin mengembangkan pengguna maka tidak bisa bersifat dikotomi, yakni layanan keuangan digital tersebut hanya dapat digunakan untuk bertransaksi pada merchant tertentu saja.

Pihaknya ingin membuat masyarakat bisa menggunakan satu dompet elektronik untuk membayar beragam kebutuhan tanpa terkotak-kotak. Untuk itu, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan pihak di luar BUMN, dalam hal ini Gojek maupun Grab sekalipun.

"Jadi kehidupan sehari-hari itu satu e-wallet itu cukup. Makanya dengan masuknya Grab dan Gojek itu memperkaya saja ekosistem kita. Orang naik kan nggak selalu Grab kan, kadang Gojek juga nggak apa-apa. Tapi kalau gitu paling nggak punya dua uang elektronik kan Gopay sama OVO. Tapi kita masuk di tengah-tengah diterima di Gojek, Gofood, Grab, Grabfood sehingga orang cuma perlu satu kan," paparnya.

Dengan begitu, pihaknya dapat meningkatkan value proposition atau nilai manfaat produk/layanan dari LinkAja.

"Value yang kita bawa kan national champion, kita lintas ekosistem ini kita garap semua. Jadi nggak ada dikotomi satu-satu gitu, cuma ada di sini nggak ada di situ. Itu yang sebetulnya kita bangun, dan itu yang membuat kita itu beda dari yang lain karena kita tidak terasosiasi terhadap suatu ekosistem yang eksklusif, tapi kita lintas kita masuk semua," tambah dia.



Simak Video "Digitalisasi di Jogja, Belanja Cashless di Pasar Pakai LinkAja"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)