ADVERTISEMENT

Mengintip Peluang Merger OVO dan DANA

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 08:00 WIB
Ilustrasi OVO
Foto: Vanita Dewi Prastiwi

Lalu, bila merger OVO-DANA itu benar-benar dilaksanakan, maka bukan tidak mungkin kedua dompet digital tersebut bisa menjadi yang terbesar di Indonesia.

"Kalau dilihat pangsa pasarnya sih OVO itu terbesar nomor 1, DANA itu nomor 4, dia kalau gabung otomatis jadi nomor 1, kedua Gopay, ketiga ShopeePay," ujar Nailul.

Alasannya, posisi OVO saat ini diuntungkan oleh adanya ekosistem Grab yang penggunanya paling banyak ketimbang Gojek. Aplikasi Grab tercatat telah diunduh oleh lebih dari 100 juta pengguna smartphone, sedangkan Gojek sebanyak 50 juta pengguna. Sedangkan DANA, paling banyak penggunanya berasal dari pelanggan Bukalapak.

"Yang menjadikan OVO kuat itu karena mereka cemplung di ekosistem Grab, itu tidak bisa dipungkiri, kalau tidak ada Grab ya OVO biasa aja, jadi e-wallet seperti biasa, nah ekosistem di Grab itu besar," katanya.

Bila dibandingkan, siapa yang paling diuntungkan dari merger kedua dompet digital itu, tentu DANA jadi yang paling diuntungkan. Namun, OVO juga diuntungkan. Dengan begitu, pangsa pasar OVO bisa lebih luas lagi hingga merembet ke e-commerce.

Namun, pada dasarnya OVO dan DANA sama-sama diuntungkan karena karakteristik pelanggan saat ini lebih cenderung memilih platform yang paling komplit dan efisien dibanding yang layanannya terbatas pada segmen tertentu saja.

"Untuk ekonomi digital itu yang paling terdepan itu platform yang bisa menyediakan ekosistem paling komplit," imbuhnya.


(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT