Diam-diam Inggris Siapkan 'Saingan' Bitcoin

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 09:46 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he just felt like being part of history. The ATM, named Robocoin, allows users to buy or sell the digital currency known as bitcoins. Once only used for black market sales on the internet, bitcoins are starting to be accepted at a growing number of businesses. (Photo by David Ryder/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Bank of England dan Departemen Keuangan Inggris mengumumkan tengah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengeksplorasi mengenai mata uang digital atau kripto bank sentral. Satgas itu ditugaskan untuk mencari tahu apa saja risiko dan peluang untuk membuat mata uang digital baru atau pesaing Bitcoin cs.

Nantinya, uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDC) itu digunakan oleh rumah tangga dan bisnis di seluruh Inggris. Namun, bukan untuk menggantikan uang tunai poundsterling dan deposit bank.

"Jika CBDC Inggris akan diperkenalkan, itu akan dalam mata uang poundsterling, seperti uang kertas, jadi £ 10 CBDC akan selalu bernilai sama dengan uang kertas 10 poundsterling," kata Bank dikutip dari BBC, Selasa (20/4/2021)

"CBDC terkadang dianggap setara dengan uang kertas digital, meskipun dalam beberapa hal mungkin memiliki kesamaan dengan setoran bank. Setiap CBDC akan diperkenalkan bersamaan bukan menggantikan uang tunai dan deposito bank," tambah bank.

Hingga kini belum ada keputusan yang diambil, apakah akan memiliki mata uang semacam itu di Inggris. Sejauh ini pemerintah dan bank sentral Inggris ingin terlibat dalam pembuatan mata uang digital untuk menghindari adanya mata uang digital pribadi seperti Bitcoin.

Satgas ini akan dipimpin oleh Wakil Gubernur untuk Stabilitas Keuangan dari Bank of England, Sir Jon Cunliffe dan Direktur Jenderal Layanan Keuangan Departemen Keuangan, Katharine Braddick.

Sebelumnya bank sentral pernah memaparkan ketertarikannya untuk membuat CBDC. Bank sentral menjelaskan penggunaan uang tunai dalam transaksi keuangan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, sementara pembayaran dengan kartu debit terus meningkat. Penggunaan kartu kredit dan debit langsung juga semakin meningkat.

(ara/ara)