Investor Kripto Gigit Jari Dengar Rencana Biden Mau Naikkan Pajak!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 24 Apr 2021 12:30 WIB
Joe Biden (Brendan Smialowski/AFP/Getty Images)
Foto: Brendan Smialowski/AFP/Getty Images
Jakarta -

Nilai sejumlah mata uang kripto seperti bitcoin dan Ether terjun bebas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menggaungkan lagi rencana menaikkan pajak untuk orang-orang kaya.

Rencana itu sebelumnya telah membuat saham-saham di Wall Street merosot. Buktinya, pada penutupan perdagangan Kamis (22/4) malam, ketiga indeks utama di Wall Street ditutup jauh di zona merah. Dow (INDU) turun 0,9%, atau 321 poin, S&P 500 (SPX) dan Nasdaq Composite (COMP) juga turun 0,9%.

Kini, nilai bitcoin juga turun, bahkan sangat tajam. Dilansir dari Reuters, Sabtu (24/4/2021), harga bitcoin anjlok 3,44% menjadi US$ 49.903,71 atau setara Rp 724 juta. Padahal, pada 14 April 2021 lalu, harga bitcoin memecahkan rekor di level US$ 64.526 atau Rp 942 juta.

Selain itu, Ether yang merupakan saingan dari bitcoin juga merosot 10% ke level US$ 2.140 atau sekitar Rp 31 juta, sehari setelah pecah rekor US$ 2.645.97 atau sekitar Rp 38,4 juta.

Rencana kenaikan pajak capital gain alias keuntungan yang diperoleh investor dari transaksi saham menyebabkan kekacauan selama perdagangan cryptocurrency di New York, dan meluas ke sesi Asia.

Perlu diketahui, Biden berencana menggandakan pajak atas capital gain menjadi 39,6% untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari US$ 1 juta atau lebih dari Rp 14 miliar.

Meski begitu, sejumlah pedagang uang kripto masih optimistis nilainya akan kembali pulih.

"Dana-dana dari wilayah barat mulai menjual bitcoin secara agresif setelah rencana pajak Biden. Namun, pada akhirnya kondisi akan berbalik," kata Kepala Pedagang dan Manajer Portofolio BlockTower Capital, Avi Felman.

Tonton juga Video: Demam Investasi saat Pandemi, Ada yang Untung dan Merugi

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/fdl)