Jangan Cuma Nafsu Cuan, Baca Ini Dulu Sebelum Beli Bitcoin

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 10:11 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Foto: Getty Images

Bagaimana cara membeli yang bijak? Jaga agar tetap sederhana. Investor bisa memulai dengan transaksi lewat perantara yang sudah terkenal dan teregulasi seperti Coinbase, Kraken atau Binance.

Uang digital yang dikelola sendiri memang kerap dianggap lebih menguntungkan. Tetapi itu memiliki risiko keamanan yang unik, seperti kemungkinan kehilangan kata sandi dan kehilangan akses ke dana Anda tanpa harapan untuk mendapatkannya kembali.

"Dengan bitcoin, saat ada di bursa, Anda cukup aman," kata Smith. "Sampai Anda terbiasa dengan teknologinya, saya tidak akan merekomendasikan untuk menyimpan dompet Anda sendiri," sambungnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan, kata Farrokhnia, transaksi uang kripto sering kali memiliki biaya transaksi yang lebih tinggi daripada banyak aplikasi perdagangan saham.

Mengenai kapan harus berinvestasi, para ahli menyarankan agar tidak mencoba membeli token tertentu hanya karena sedang menjadi perbincangan di jagat maya. Sebaiknya membeli dalam jumlah yang lebih kecil secara berkala selama periode waktu tertentu.

"Dollar cost averaging adalah taktik yang bagus untuk investor yang ingin berinvestasi dan memegang mata uang digital dalam jangka panjang," kata Smith.

Seberapa berisiko investasi uang kripto? Cryptocurrency masih cukup berisiko dibandingkan dengan kebanyakan kelas aset lainnya.

"Untuk investor rata-rata dengan tabungan beberapa ribu dolar, ini mungkin bukan domain terbaik untuk menginvestasikan uang Anda," kata Farrokhnia.

Harga sebagian besar cryptocurrency arus utama tidak dipatok pada sesuatu yang spesifik dan dapat diamati, seperti halnya harga saham biasanya berfluktuasi dengan kinerja fundamental perusahaan. Itu bisa menyulitkan untuk memahami atau memprediksi pergerakan koin digital saat ini atau di masa depan.

Untuk alasan ini, para ahli merekomendasikan untuk mengalokasikan hanya sebagian kecil dari total portofolio investasi Anda ke uang kripto. Tetapi bagi beberapa orang, risiko yang lebih tinggi bisa jadi menarik karena itu berarti imbal hasil yang lebih tinggi.

"Volatilitas yang melekat pada kelas aset membuat uang kripto menjadi aset yang lebih berisiko daripada kebanyakan ekuitas, tetapi dia datang dengan potensi kenaikan yang lebih tinggi. Banyak mata uang digital, termasuk bitcoin menawarkan pengembalian yang disesuaikan dengan risiko yang superior dari waktu ke waktu," kata Sonnenshein dari Grayscale.


(toy/fdl)