Sempat Terkapar, Harga Bitcoin Mulai Bangkit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 20 Mei 2021 22:23 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he just felt like being part of history. The ATM, named Robocoin, allows users to buy or sell the digital currency known as bitcoins. Once only used for black market sales on the internet, bitcoins are starting to be accepted at a growing number of businesses. (Photo by David Ryder/Getty Images)
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Harga Bitcoin tercatat mulai kembali ke level US$ 42.000, diikuti Ethereum yang juga mengalami rebound. Analis senior di Oanda, Jeffrey Halley mengungkapkan dalam transaksi kripto ini tak ada yang bisa dipertahankan dalam waktu lama.

"Aksi jual besar-besaran kemarin membuat kepercayaan orang berkurang," ujar Halley dikutip dari Bloomberg, Kamis (20/5/2021).

Harga Bitcoin memang sangat volatil bisa naik dan turun dalam waktu beberapa jam saja. Apalagi ketika bos Tesla Elon Musk memberikan kritik penambangan Bitcoin merupakan kegiatan yang membuang energi dan dia juga membatalkan pembayaran di Tesla menggunakan bitcoin.

Co-Chief Investment Officer Skybridge Capital Troy Gayeski mengungkapkan walaupun volatilitas harga terjadi sangat cepat, pemain harus meyakini jika harga akan lebih tinggi pada akhir tahun ini.

Pada Rabu pagi, ketiga harga Bitcoin merosot tajam dalam hitungan menit, terjadi aksi jual besar-besaran.

Sebelumnya Elon Musk melarang transaksi bitcoin di Tesla. Dia menyebut tak akan menjual pasokan Bitcoin yang dia miliki saat ini. Dia akan tetap menggunakan ketika proses penambangan sudah menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam lima tahun terakhir, pamor Bitcoin memang menanjak. Apalagi banyak perusahaan seperti Square, Tesla, Goldman Sachs dan Morgan Stanley yang mendeklarasikan diri untuk masuk dalam ruang cryptoccurrency ini.

(kil/hns)