Ambyar! Harga Bitcoin Sudah Anjlok 50% dari Rekor Tertinggi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 09:55 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he just felt like being part of history. The ATM, named Robocoin, allows users to buy or sell the digital currency known as bitcoins. Once only used for black market sales on the internet, bitcoins are starting to be accepted at a growing number of businesses. (Photo by David Ryder/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Mata uang kripto terbesar bitcoin telah turun sebanyak 13% pada hari Minggu lalu sejalan dengan maraknya aksi jual. Hal ini membuat bitcoin turun hampir 50% dibanding level tertinggi tahun ini.

Mengutip Reuters, Senin (24/5/2021), bitcoin turun menjadi US$ 32.601 atau setara Rp 466,19 juta dan kehilangan US$ 4.899,54 dari penutupan sebelumnya. Padahal, bitcoin mencapai rekornya pada 14 April lalu dengan menyentuh US$ 64.895,22.

Ethereum juga turun sebanyak 17% menjadi US$ 1.905 pada hari Minggu. Mata uang kripto ini kehilangan US$ 391,1 dibanding penutupan sebelumnya.

Bitcoin mengalami tekanan usai serangkaian ciutan CEO Tesla Elon Musk. Selain itu, tekanan pada mata uang kripto juga dipengaruhi oleh kebijakan China yang menindak penambangan dan perdagangan kripto sebagai upaya berkelanjutan mencegah spekulasi dan risiko keuangan.

Komite Stabilitas dan Pengembangan Keuangan China, yang diketuai oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, memilih bitcoin sebagai aset yang perlu diatur lebih lanjut.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah tiga badan industri China memperketat larangan bank dan perusahaan pembayaran yang menyediakan layanan terkait kripto. Hal ini menjadi peningkatan tajam dorongan negara untuk membasmi spekulasi dan fraud dalam mata uang virtual.

(acd/eds)