Fakta-fakta Munculnya Token VTube di Bursa Kripto

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 07:00 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

Cryptocurrency bernama VTube Token muncul di bursa penjualan coinmarketcap.com. Kemunculan uang kripto ini juga ramai di Binance Indonesia.

Nama VTube sebelumnya terkenal sebagai sebuah aplikasi jasa periklanan yang menawarkan komisi untuk setiap member yang menonton video iklan di aplikasi tersebut.

Satgas Waspada Investasi menyebut jika cryptocurrency ini berbeda dengan aplikasi yang diblokir sebelumnya. Berikut fakta-faktanya:

Diluncurkan 12 Maret 2021

pada 12 Maret lalu menggunakan Binance Smart Chain. Ada sekitar 36 juta VTUBE di awal. Kemudian untuk distribusi awal token sebanyak 20% di developer 30% untuk likuiditas dan sisanya di Tenet.

Di coinmarketcap, VTube Token menduduki peringkat 4008 dengan harga token US$ 0,013154 dengan volume transaksi 24 jam sebesar US$ 5,163.08.

Dibuat Oleh Anonim

Dari deskripsi disebutkan VTube dibangun secara anonim hanya dengan kode "adi" yang merupakan anggota di komunitas kripto. Selain itu proyek ini juga bermitra dengan "Solomon Academy", sebuah agensi VTuber yang membuat konten untuk menggalang donasi.

VTube Token adalah platform aplikasi yang dibuat untuk pengguna YouTube virtual, artis dan penggemarnya.

Bukan VTube yang Diblokir

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan VTube Token ini tak terkait dengan yang ada di Indonesia.

"Untuk di Indonesia kelihatannya tidak ada kaitannya dengan VTube yang merupakan jasa periklanan," ujar dia saat dikonfirmasi detikcom, Senin (24/5/2021).

(kil/eds)