China Libas Uang Kripto, Penambang Bitcoin Pilih Setop

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 22:57 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta -

Penambang uang kripto seperti HasCow dan BTC.TOP memutuskan berhenti beroperasi di China. Langkah ini diambil karena Pemerintah China melarang aktivitas penambangan dan perdagangan Bitcoin cs.

Wakil Perdana Menteri China Liu He mengumumkan peringatan tersebut untuk meminimalisir risiko yang terjadi di sektor keuangan. Ini merupakan pertama kalinya pemerintah China melakukan pelarangan mata uang virtual. Padahal China merupakan penyumbang terbesar pasokan mata uang kripto terbesar di dunia.

Dikutip dari Reuters disebutkan BTC.TOP mengumumkan penghentian operasional karena terbentur peraturan pemerintah. Kepala Investasi Novem Arcae Technologies Chen Jiahe mengungkapkan penambangangan crypto merupakan aktivitas yang menghentikan banyak energi, hal ini tak sejalan dengan tujuan pengurangan karbon di China.

Akibat hal tersebut harga Bitcoin terpukul dan turun hampir 50% dari level tertinggi yang pernah terjadi. Pada Minggu lalu turun hingga 17% dan menyebabkan kerugian. Kemudian Ethereum juga tercatat jatuh ke level terendah turun 60% dari posisi tertinggi pada 12 hari yang lalu.

Pemerintah China berupaya untuk meningkatkan perlindungan investor dan mengantisipasi pencucian uang di dunia. Karena itu mereka berupaya untuk mengatur industri cryptocurrency.

Pada Kamis lalu Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menyebutkan mata uang digital ini bisa menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan. Karena itu peraturan yang ketat bisa menjadi tameng untuk melindungi keuangan negara.

Pendiri BTC.TOP Jiang Zhuoer menyebutkan jika bisnis penambangan Bitcoin yang dia lakukan tak lagi dilakukan di China Mainland. Sementara untuk HashCow menyebut sudah memberitahukan mitranya jika mereka berhenti beroperasi. Hingga berita ditayangkan reuters, keduanya tidak memberikan komentar.

Memang konsumsi energi secara tahunan dari penambangan cryptocurrency ini sangat besar. Padahal Presiden China Xi Jinping sudah menjanjikan netralitas karbon pada 2060 mendatang.

(kil/hns)