Elon Musk Ngobrol Bareng Penambang, Harga Bitcoin Melonjak

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 21:45 WIB
FILE PHOTO: Tesla Chief Executive Office Elon Musk speaks at his companys factory in Fremont, California, U.S., June 22, 2012.   REUTERS/Noah Berger/File Photo
CEO Tesla, Elon Musk/Foto: Reuters
Jakarta -

Harga Bitcoin mulai mendekati US$ 40.000 per keping. Hal ini terjadi karena cuitan CEO Tesla, Elon Musk yang ngobrol bareng dengan para penambang Bitcoin untuk kelangsungan koin digital ini.

Sebelumnya, harga cryptocurrency paling populer di dunia ini sempat merosot ke posisi US$ 37.000 kemudian merangkak naik ke level US$ 39.000 per keping.

Dari data CoinDesk disebutkan pada pagi hari perdagangan bitcoin bergerak di angka US$ 37.492 dengan kapitalisasi pasar US$ 700 miliar.

Lalu harga Ethereum naik sekitar 7% menjadi US$ 2.532,79 dalam 24 jam terakhir. Kemudian dogecoin telah mengalami kenaikan harga sekitar 4% menjadi 34 sen per koin.

Dalam cuitannya Elon Musk menyampaikan "Berbincang dengan penambang Bitcoin di Amerika Utara. Mereka komitmen untuk menggunakan energi terbarukan," cuit Musk, dikutip dari CNBC.com Selasa (25/5/2021).

CEO Microstrategy Michael Saylor menyebut jika memang ada pertemuan Elon Musk dengan beberapa penambang Bitcoin. Ada pembahasan untuk pembentukan dewan pertambangan Bitcoin.

Memang penambangan Bitcoin membutuhkan energi yang sangat besar. Hasil penambangan ini menyedot konsumsi energi yang sangat besar. Dari data Digiconomist di Selandia Baru jejak karbon yang dihasilkan dari penambangan bitcoin ini mencapai 36,95 megaton CO2 setiap tahun.

Elon Musk menjadi salah satu tokoh dunia yang mendukung cryptocurrency secara besar-besaran. Bahkan pengaruh Elon Musk bisa membuat harga bitcoin bergerak dalam satu tahun terakhir.

Kicauannya di Twitter terkait cryptocurrency ini bisa membuat harga melonjak, bahkan anjlok dalam waktu cepat.

Pada Februari lalu, Tesla mengumumkan diri memborong Bitcoin hingga US$ 1,5 miliar dan bisa menjadi alat pembayaran di Tesla. Perusahaan menyebut sudah mengantongi US$ 101 juta keuntungan bersih dari penjualan bitcoin pada periode tersebut.

Namun jalinan Musk dengan koin digital ini berubah pada awal Mei ini. Dia menyebut jika Tesla tak lagi menerima pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin. Hal ini karena adanya penggunaan bahan bakar fosil yang memfasilitasi energi listrik yang digunakan untuk penambangan Bitcoin.

(kil/hns)