Polisi Gerebek Lokasi Diduga Ladang Ganja, Eh Ternyata Tambang Bitcoin

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 29 Mei 2021 19:30 WIB
Motherboards are pictured in Bitminer Factory in Florence, Italy, April 6, 2018. Picture taken April 6, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi
Ilustrasi: Menengok mesin penambang bitcoin/ Foto: Reuters
Jakarta -

Polisi di Inggris baru saja menemukan tambang Bitcoin. Awalnya Polisi West Midlands tak tahu bahwa ada tambang Bitcoin di lokasi tersebut.

Pihak kepolisian hanya ingin menggerebek unit industri Black Country di pinggiran kota Birmingham, Inggris, karena dicurigai telah melakukan pencurian listrik senilai ribuan pound dari suplai utamanya.

Aksi penggerebekan itu terjadi pada 18 Mei lalu. Polisi mencurigai pencurian listrik itu dipakai untuk ladang ganja. Pesawat tak berawak polisi juga mendeteksi banyak panas yang berasal dari gedung itu.

Itu semua adalah tanda klasik dari pertanian ganja, kata polisi. Namun ternyata yang petugas bukanlah ganja melainkan sekitar 100 bank komputer saat memasuki gedung itu. Selain itu, banyak kabel dan saluran ventilasi yang terlihat di sana.

"Ini jelas bukan yang kami harapkan," ujar Sersan Polisi Sandwell, Jennifer Griffin dikutip dari CNBC.com, Sabtu (29/5/2021).

"Itu memiliki semua keunggulan dari pengaturan budi daya ganja, dan saya percaya ini hanya tambang crypto kedua yang kami temui di West Midlands," sambungnya.

Penambang Bitcoin menggunakan komputer yang dibuat khusus untuk menyelesaikan persamaan matematika kompleks yang secara efektif memungkinkan transaksi Bitcoin untuk dilalui. Para penambang dihargai atas upaya mereka dalam mata uang digital.

Namun, seluruh proses ini membutuhkan banyak energi karena jumlah daya yang digunakan oleh komputer tersebut. Bitcoin memiliki jejak karbon yang sebanding dengan Selandia Baru, menghasilkan 36,95 megaton CO2 setiap tahun, menurut Digiconomist.

"Pemahaman saya adalah bahwa penambangan untuk cryptocurrency itu sendiri tidak ilegal tetapi jelas mengabstraksi listrik dari pasokan listrik ke sumber listrik," kata Griffin.

Peralatan komputer telah disita tetapi tidak ada penangkapan yang dilakukan. Sebelumnya, pemerintah Iran mengumumkan larangan penambangan bitcoin dan cryptocurrency lainnya, karena para pejabat menyalahkan proses intensif energi untuk pemadaman di sejumlah kota di Iran.

(hns/hns)