Satgas Blokir 62 Investasi Kripto Ilegal, Ini Modus-modusnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 17:37 WIB
Investasi Bodong
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta -

Satgas Waspada Investasi (SWI) menyatakan, hingga saat ini telah memblokir atau menghentikan kegiatan 62 entitas aset kripto ilegal. Modusnya pun beragam.

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan, yang paling utama ialah menjanjikan keuntungan yang tetap atau fix income. Ada yang menawarkan keuntungan 1% per hari, 14% per minggu dan lain-lain.

"Dan mereka itu juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti multi level marketing dengan skema piramida jadi semakin banyak direkrut, semakin yang direkrut semakin banyak bonus kita," katanya dalam acara 'Mengelola Demam Aset Kripto', Kamis (17/6/2021).

Padahal, kata dia, kripto merupakan komoditas yang diperdagangkan. Sehingga, nilainya pun naik turun.

"Tapi yang terjadi masyakat kita saat ini 62 entitas ini sangat banyak menurut kami, adalah selalu menawarkan keuntungan yang tetap, yang memberikan keuntungan besar kepada masyakat kita dan juga kecenderungannya beberapa pelaku ini memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat kita terhadap produk aset kripto ini dengan menciptakan skema ponzi," paparnya.

Ia pun mencontohkan, Lucky Best Coin (LBC) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan tersebut memberikan penawaran dengan keuntungan 300% per tahun. Parahnya, kegiatan tersebut menyasar ke petani-petani.

"Demikian juga yang kita lihat di NTB penawaran Lucky Best Coin atau LBC di mana masyarakat di NTB ditawarkan koin-koin dengan penghasilan 300% per tahun atau 25% per bulan dan paling miris kita melihat membernya adalah petani. Petani-petani itu ditawari menjadi pembeli koin dengan iming-iming 300% per tahun," ungkapnya.

(acd/dna)