Jangan Coba-coba Masuk di Kripto buat Orang yang Kaya Gini!

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 09:00 WIB

Nah untuk mengetahui profil risiko diri mudah saja. Misalnya punya uang Rp 5 juta, cukup masukan uang Rp 200 ribu ke aset kripto. Lalu rasakan psikologi Anda ketika harganya turun atau naik.

Pasar kripto berbeda dengan bursa saham. Contoh paling utama adalah jam perdagangan. Perdagangan saham sangat teratur, ada pembukaan, sesi I, sesi II dan penutupan. Bahkan ada jeda siangnya.

Sementara pasar kripto 24 jam penuh. Tidak semua pelaku pasar kripto bisa memantau secara penuh. Sementara harga kripto bisa jatuh kapan saja, termasuk ketika trader-nya sedang tertidur lelap.

Nah ketika dengan uang Rp 200 ribu saja membuat Anda tidak bisa tidur, lebih baik jangan sentuh pasar kripto. Itu artinya Anda sangat konservatif.

"Jadi harus tahu profil risiko kalian, kalau moderat atau konservatif jangan pernah sentuh kripto! Pilih yang sesuai profil risikonya. Bisa ke reksadana atau produk obligasi lain. Jadi jangan coba langsung masuk kripto," tegasnya.

Permasalahannya adalah, banyak dari trader newbie yang terjun ke aset kripto tanpa melakukan itu. Mereka serahkan semua uangnya ke aset kript0. Ketika harganya anjlok, mental mereka yang menjadi korbannya.


(das/ara)