Xi Jinping Keras! China Sikat 11 Perusahaan Kripto Ilegal

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 18:17 WIB
Chinese President Xi Jinping delivers his speech at the commemorating conference on the 70th anniversary of the Chinese army entering North Korea to resist the U.S. army, at the Great Hall fo the People in Beijing, Friday, Oct. 23, 2020. (AP Photo/Andy Wong)
Foto: AP Photo/Andy Wong
Jakarta -

Bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) menindak keras 11 perusahaan baru yang dicurigai terlibat kegiatan uang kripto ilegal. Di bawah pemerintahan Xi Jinping, bank sentral China tampaknya tak main-main terhadap aktivitas terkait koin digital yang dianggap menyimpang.

Menurut sebuah laporan dari Shanghai Securities News yang dikelola pemerintah pada hari Selasa, bank sentral baru-baru ini membersihkan dan memperbaiki 11 perusahaan. Demikian dilansir dari Coin Telegraph, Kamis (19/8/2021).

Laporan itu tidak mengungkapkan nama perusahaan atau perincian tentang sanksi. Tindakan terhadap perusahaan kripto dilakukan bersamaan dengan serangkaian tindakan luas terhadap perdagangan lintas batas mata uang dan saham asing, dengan satu target dilaporkan menjadi situs web keuangan domestik terkenal yang dicurigai mempublikasikan simpanan transaksi valuta asing ilegal.

Dalam ringkasan agenda cabang Shenzhen, Shanghai Securities News juga mencatat bahwa sejalan dengan tindakannya terhadap perusahaan yang melanggar hukum, PBoC Shenzhen berencana untuk melak edukasi.

"Lakukan proyek percontohan 'pendidikan presisi' untuk konsumen keuangan, gunakan teknologi untuk memungkinkan potret pelanggan yang akurat, dan buat program pencegahan dan pendidikan risiko yang dipersonalisasi," demikian keterangannya.

Otoritas Shenzhen secara konsisten mengambil pendekatan ketat terhadap sektor kripto, sejalan dengan sikap Beijing yang semakin keras selama bertahun-tahun.

Meskipun memiliki kripto tidak pernah dilarang secara langsung, China secara bertahap meningkatkan pembatasan pada industri ini sejak 2017. Selama setahun terakhir, tindakan yang menargetkan penambangan dan perdagangan kripto telah meningkat, yang pertama sebagian karena komitmen dekarbonisasi Beijing.

Sementara kripto terdesentralisasi kemungkinan akan tetap tunduk pada tindakan keras kota dan regional di masa mendatang. Sejak tahun 2020, pemerintah Shenzhen telah bekerja sama dengan PBoC dalam promosi peluncuran mata uang digital bank sentral China, dan pada bulan lalu penduduk kota sudah dapat menggunakan yuan digital di bus dan kereta bawah tanah dan menggunakan untuk mengisi ulang kartu perjalanan mereka.



Simak Video "90 Menit Biden Telepon Xi Jinping, Bahas Isu Strategis"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)