Influencer Menjerit Gegara TikTok Hapus Konten Kripto

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 27 Agu 2021 10:21 WIB
Logo TikTok
Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

TikTok memblokir video yang berkaitan dengan cryptocurrency atau uang kripto. Hal ini dirasakan sendiri oleh seorang TikTokers bernama Lucas Dimos.

Berdasarkan pengalamannya beberapa bulan ini sudah ada 10 videonya yang dihapus TikTok, di mana video itu berkaitan dengan kripto. Dia sendiri mengunggah video tersebut melalui akun TikToknya bernama theblockchainboy.

Dimos mengungkap saat videonya dihapus TikTok memberikan informasi bahwa videonya itu mempromosikan kegiatan ilegal dan barang-barang yang diatur di Undang-undang. Padahal Dimos dengan para pembuat konten lainnya hanya mencoba memberikan edukasi mengenai kripto yang tengah berkembang.

"Kami sekarat di sini. Kami menggelepar. Kami telah mencoba membangun komunitas dan membimbing seluruh gerakan ini ke arah yang benar," kata dia dikutip dari CNBC, Jumat (27/8/2021).

Sejak Juli ini, TikTok memang telah menerapkan sistem yang dapat secara otomatis memblokir video yang melanggar kebijakannya. Kemudian, baru-baru inilah perusahaan memperbarui kebijakan konten, melarang promosi layanan keuangan termasuk kripto, kecuali pengguna mengungkapkannya melalui opsi konten bermerek di aplikasi.

Tidak hanya video yang diblokir oleh TikTok, beberapa pembuat konten atau TikTokers mengaku sering sekali akunnya diblokir beberapa waktu oleh pihak TikTok. Padahal mereka mengaku belum mendapatkan bayaran atas kontennya, tetapi dengan kebijakan itu, pengikut atau followers mereka jadi berkurang.

Dalam pedoman TikTok dijelaskan bahwa pengguna saat video dihapus dan pengguna dapat mengajukan banding atas penghapusan tersebut jika mereka yakin tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Ketika pengguna menghubungi TikTok tentang larangan akun atau video yang ditarik, sebagian besar mengatakan bahwa mereka telah diabaikan atau dikirimi tanggapan otomatis. Tidak ada nomor telepon untuk dihubungi, tidak ada perwakilan untuk dikirimi email.

Akhirnya beberapa content creator mengaku akan beralih ke platform lainnya, seperti YouTube milik Google, Twitter, Instagram Facebook, dan aplikasi obrolan Discord, di mana mereka mengatakan mereka memiliki lebih banyak kebebasan untuk berbagi konten.

"Ini adalah fakta bahwa TikTok melarang bayangan dan menyensor pembuat konten kripto dan banyak dari kita memposting karya pendidikan yang bagus," kata seorang influencer cryptocurrency yang bernama Wendy O.

(ara/ara)