Naik Nyaris Dua Kali Lipat dalam 6 Bulan, Investor Kripto RI Tembus 7 Juta

Jihaan Khoirunnissa - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 12:20 WIB
Bitcoin
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Aset kripto jadi produk investasi incaran baru masyarakat, terutama kalangan muda. Di Indonesia sejumlah aset kripto seperti Bitcoin telah mendapat izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Artinya, Bitcoin telah legal untuk diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Transaksi mata uang kripto sendiri diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Aturan tersebut memuat tata cara transaksi, termasuk persyaratan penetapan aset kripto yang diperbolehkan untuk transaksi di Indonesia. Saat ini, ada 13 pedagang aset kripto yang sudah tercatat di Bappebti. Salah satunya yaitu PT Luno Indonesia LTD (LUNO).

Izin Bappebti seolah memberi lampu hijau untuk para investor kripto. Hal ini mendorong geliat investasi aset kripto di Tanah Air. Data Kemendag mencatat per Mei 2021 ada 6,5 juta investor kripto di Indonesia dengan total transaksi mencapai Rp 370 triliun.

Angka ini disebut lebih tinggi dibandingkan jumlah investor pasar modal yang sekitar 4,5 juta pada Februari 2021 berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Senada, data Luno Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan investasi kripto yang mengukir sejarah tertinggi, terlebih sejak pemerintah mengakui kripto sebagai aset digital yang menjadi komoditas perdagangan.

"Jumlah investor aset kripto di Indonesia terus meningkat, bahkan mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat dalam 6 bulan terakhir. Dari yang semula 4,5 juta di bulan Februari, naik menjadi 7 juta investor per Agustus 2021," ujar Country Manager Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas dikutip dari rilis resmi Luno Indonesia.

Tingginya minat masyarakat terhadap investasi aset kripto seperti Bitcoin juga ditunjukkan oleh hasil riset Luno Indonesia lainnya. Studi yang dirilis pada akhir Agustus 2021 tersebut menyebutkan responden Indonesia yang mengenal kripto mencapai 30%.

Angka tersebut melebihi familiaritas masyarakat terhadap aset investasi lain seperti obligasi negara sebanyak 20% dan pinjaman online sebanyak 18%. Selain itu, 1 dari 5 responden di Indonesia mengaku senang menabung dan mengalokasikan dana tabungan dalam bentuk cryptocurrency.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan mayoritas investor kripto di Indonesia (56%) mengharapkan profit dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Optimisme potensi pertumbuhan aset kripto juga terbilang tinggi, sebanyak 58% responden meyakini nilai investasi kripto akan terus meningkat dalam waktu 10 tahun ke depan.

Dengan kata lain, stigma yang menyebut kebanyakan investor kripto hanya menjadikan cryptocurrency seperti Bitcoin sebagai alat untuk menghasilkan cuan secara instan tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, mereka justru melihat aset kripto sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Mengingat Bitcoin telah mendapatkan izin, maka Anda tidak perlu khawatir lagi dalam berinvestasi. Saat ini juga sudah ada platform untuk membeli Bitcoin seperti Luno Indonesia, platform perdagangan kripto resmi yang telah mengantongi izin Bappebti.

Luno Indonesia menerapkan sistem jual-beli instan yang simpel dan tanpa biaya tersembunyi. Biayanya pun rendah, yakni 0,75%. Misalnya jika Anda membeli Bitcoin senilai Rp 25 ribu, maka biaya adminnya tidak sampai Rp 200.

Selain itu, Luno Indonesia juga menyediakan beragam pilihan pembayaran sehingga deposit maupun penarikan dapat dilakukan dengan cepat. Anda pun dapat mengatur pembelian Bitcoin secara otomatis. Caranya mudah yaitu dengan mengaktifkan fitur Repeat Buy di aplikasi Luno Indonesia.



Simak Video "Mengulik Aset Kripto Bitcoin, Gampang Cair Lewat Sistem Faucet"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)