ADVERTISEMENT

Mau Tukar Aset Bitcoin ke Rupiah? Begini Caranya

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Rabu, 13 Okt 2021 16:41 WIB
Ilustrasi investasi uang kripto.
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Di Indonesia, aset kripto dipersepsikan sebagai emas digital yang nilainya dinamis. Meski tidak bisa menjadi alat tukar yang sah, aset kripto dapat dicairkan menjadi uang tunai agar dapat dibelanjakan.

Prinsip mencairkan aset kripto seperti Bitcoin menjadi uang tunai sama seperti emas. Aset kripto dijual sesuai dengan nilainya dalam satuan mata uang yang berlaku saat waktu penjualan. Uang hasil penjualan tersebut dapat langsung dikirim ke rekening pemilik.

Mungkin Anda masih bertanya, bagaimana dan di mana Bitcoin dapat diuangkan? Untuk mengetahui lebih detail, berikut ini ulasan kanal-kanal penjualan Bitcoin atau aset kripto lainnya.

1. Platform Penukaran Kripto

Pemilik aset Bitcoin atau kripto lainnya dapat mengakses platform penyedia layanan transaksi Bitcoin. Untuk menukarkan Bitcoin menjadi rupiah, Anda cukup mengakses menu penjualan Bitcoin untuk menjual aset kripto sesuai nilai yang berlaku di waktu transaksi. Setelah transaksi berhasil, Anda bisa langsung mengirimkan uang hasil penjualan ke rekening bank.

2. ATM Bitcoin

ATM Bitcoin berbentuk seperti ATM perbankan pada umumnya. Di alat tersebut, kamu dapat membeli dan menjual aset Bitcoin. Perbedaannya dengan ATM perbankan, ATM Bitcoin tidak diakses dengan kartu debit melainkan dengan cara memindai kode QR untuk terhubung dengan dompet digital tempat pengguna menyimpan aset Bitcoin.

Setelah ATM terhubung dengan platform dompet penyimpanan Bitcoin, Anda dapat menjual Bitcoin sesuai jumlah yang diinginkan. Setelah itu, aset di dompet digital akan dikonversi menjadi uang tunai senilai dengan jumlah Bitcoin yang dijual. Dalam beberapa menit, pemilik aset dapat mengambil uang tunainya dari ATM Bitcoin.

Masih berlanjut ke poin ketiga. Langsung klik halaman kedua

3. Transaksi Peer to Peer

Antar pemilik dompet Bitcoin dapat terhubung melalui jaringan peer to peer yang memungkinkan kedua pihak bertransaksi aset Bitcoinnya. Singkatnya, dalam transaksi peer to peer, Anda menjual aset Bitcoin atau kripto lainnya kepada pembeli yang bersedia membayar dengan harga tertentu. Setelah mereka membayar secara tunai atau transfer ke rekening bank, Anda langsung melepas aset Bitcoin ke akun pembeli.

Saat ini, transaksi penjualan Bitcoin atau aset kripto lainnya dapat dilakukan dengan mudah. Seperti melalui platform Luno Indonesia yang dapat diakses melalui smartphone maupun komputer. Luno Indonesia menyediakan layanan penjualan (trading) Bitcoin secara real time. Pemilik aset dapat langsung mencairkan Bitcoin menjadi uang tunai ke rekening bank.

Saat ini, transaksi penjualan Bitcoin atau aset kripto lainnya dapat dilakukan dengan mudah. Seperti melalui platform Luno Indonesia yang dapat diakses melalui smartphone maupun komputer. Luno Indonesia menyediakan layanan penjualan (trading) Bitcoin secara real time. Pemilik aset dapat langsung mencairkan Bitcoin menjadi uang tunai ke rekening bank.

Luno Indonesia menyediakan akses untuk mempermudah Anda mendapatkan aset kripto secara instan tanpa tambahan biaya yang membengkak. Luno Indonesia mematok biaya rendah, yakni 0,75% setiap pembelian. Misalnya jika Anda membeli Bitcoin senilai Rp 25 ribu, maka biaya administrasi tidak sampai Rp 200.

Luno Indonesia juga sudah mengantongi izin dari Bappebti, sehingga keamanan transaksi tak perlu dikhawatirkan. Di samping itu, Luno Indonesia juga memiliki pilihan pembayaran yang beragam yang memudahkan Anda dalam melakukan deposit maupun penarikan dengan cepat. Anda juga bisa mengatur pembelian Bitcoin secara otomatis. Caranya mudah yaitu dengan mengaktifkan fitur Repeat Buy di aplikasi Luno Indonesia.

(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT