Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp 2 Miliar, Yang Bener?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 08:40 WIB
Bitcoin
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Harga kripto Bitcoin (BTC) baru saja berhasil mencetak rekor baru pada Selasa (9/11) kemarin. Diketahui kalau mata uang digital ini berhasil menyentuh level US$ 67.922, dan sebagian orang memperkirakan nilai ini akan terus meningkat hingga mencapai US$ 150.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar (kurs Rp 14.200).

Melansir CNBC, Rabu (10/11/2021), pendiri Inside Edge Capital Management, Todd Gordon, berpendapat kalau bukan tidak mungkin bila ke depannya harga bitcoin bisa saja mencapai US$ 150.000.

"Kami sebenarnya tidak memiliki perlawanan sampai sekitar (US$ 125.000) hingga US$ 150.000, jadi saya pikir itu akan sampai di sana," kata Gordon.

Meski demikian ia tetap mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dengan berapa banyak cryptocurrency yang mereka miliki. Sebab investasi pada aset digital memiliki resiko yang cukup tinggi.

"Saya bullish, tetapi volatilitasnya sangat ekstrem, harap berhati-hati dan pahami apa yang Anda hadapi di sini," jelasnya lagi.

Selain itu, sejumlah ahli keuangan juga memperkirakan kalau ke depannya bitcoin cs mungkin dapat memiliki sejumlah hambatan lainnya.

Pendiri dan CEO Chantico Global, Gina Sanchez, mengatakan kalau The Fed (bank sentral AS) juga bisa menjadi salah satu hambatan terbesar bitcoin. Sanchez berpendapat kalu dukungan moneternya yang besar dapat mengurangi likuiditas di pasar dan berpotensi menghambat kinerja crypto.

"Ketika ekonomi terus dibuka kembali dan angka-angka mulai memanas, di beberapa titik kita akan melihat The Fed mundur," kata Sanchez.

Selain itu, sejumlah bank sentral global yang ingin menciptakan mata uang digital mereka sendiri juga dapat menimbulkan ancaman.

"Mata uang digital bank sentral memiliki potensi untuk memiliki keunggulan dalam hal regulasi dan itu adalah hal besar yang tidak diketahui saat ini dengan kripto," kata Sanchez.

"Itu bisa menciptakan pemenang dan pecundang besar," jelasnya lagi

Karenanya, setelah mempertimbangkan semua hal tersebut, Sanchez setuju dengan Gordon bahwa kehati-hatian adalah kuncinya.

"Jika Anda mengambil posisi (resiko), itu harus sangat kecil," katanya.

Tonton juga d'Mentor: Cara Mulai Trading Kripto Bagi Newbie

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)