Cetak Rekor! Pendanaan dari Fintech di ASEAN Tembus Rp 49 Triliun

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 21:30 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pendanaan dari teknologi keuangan (fintech) di Asia Tenggara melonjak lebih dari tiga kali lipat dalam sembilan bulan pertama tahun ini dibandingkan 2020. Kini totalnya mencetak rekor US$ 3,5 miliar setara Rp 49,7 triliun (kurs Rp 14.200).

Dikutip dari Reuters, Rabu (10/11/2021) yang mengutip laporan United Overseas Bank (UOBH.SI), PwC Singapura dan Singapore FinTech Association (SFA), rebound didorong oleh 167 kesepakatan termasuk 13 mega putaran yang menyumbang US$ 2 miliar dari total pendanaan. Mega Putaran adalah pendanaan yang menghasilkan US$ 100 juta atau lebih.

Belakangan fintech telah menarik pelanggan yang cukup besar. Perusahaan teknologi dan cryptocurrency yang dominan mengalami kenaikan yang signifikan masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga.

Singapura, pusat keuangan Asia Tenggara, menyumbang hampir setengah dari kesepakatan kawasan sebesar US$1,6 miliar.

Yang paling aktif berikutnya adalah Indonesia, menyumbang US$ 904 juta, diikuti oleh Vietnam dengan US$ 375 juta.



Simak Video "Sengkarut Hukum Pinjol "
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)