MUI Sebut Kripto Bisa Jadi Halal, Ini Syaratnya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 09:30 WIB
Tajir Berkat Kripto
MUI Sebut Kripto Bisa Jadi Halal, Ini Syaratnya
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini mengeluarkan fatwa haram untuk kripto sebagai alat pembayaran atau alat tukar. Meski begitu, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan suatu saat aturan akan berubah jadi halal.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Kyai Fakhrur Razi mengatakan hukum akan selalu berkembang sesuai dengan alasannya. Saat ini alasan dilarang karena aset kripto dinilai mengandung gharar, dharar, dan qimar yakni tidak memiliki nilai pasti yang membuat orang spekulasi seperti berjudi, tidak ada manfaat, bisa merugikan dan tidak ada negara yang menjaminnya.

Jika itu semua bisa terpecahkan, maka tidak menutup kemungkinan kripto akan jadi halal di Indonesia.

"Kalau memang sudah tidak mengandung gharar, artinya itu aman diperjualbelikan, tidak tipu-tipu, tidak menimbulkan kerugian dan bukan alat spekulasi, bukan judi, ilmu itu memang clear, ya clear," kata Fakhrur dalam program d'Mentor detikcom, Rabu (17/11/2021).

"Kalau memang negara melindunginya, ada regulasi yang mengaturnya, yang menjamin keselamatannya, mungkin, sangat mungkin jadi halal," tambahnya.

Fakhrur menyebut adanya fatwa haram MUI terhadap kripto saat ini untuk melindungi masyarakat. Dia tidak ingin semakin banyak masyarakat yang dirugikan karena tergiur dengan keuntungan yang besar.

"Intinya kita ingin melindungi jangan sampai umat kita tertipu, tiba-tiba terjadi ledakan dan mereka semua (dirugikan). Banyak orang yang coba-coba, musim pandemi ini mungkin orang nggak kerja di luar, akhirnya coba di internet, ikut-ikutan akhirnya yang buntung, buntung, yang untung, untung, ini jangan sampai. Kita ingin mereka sehat, investasi secara sehat. Orang cari untung boleh, tapi bukan menang-kalah, bukan berjudi," tuturnya.

Simak juga lengkap d'Mentor tentang fatwa haram MUI di sini:

[Gambas:Video 20detik]






(aid/fdl)