PayLater Bikin Boncos, Bagaimana Cegahnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 16:47 WIB
Pinjam Online
Foto: Pinjam Online (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Layanan bayar nanti atau PayLater bisa jadi solusi untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Tapi, layanan ini kerap disalahgunakan sehingga orang yang memanfaatkan layanan tersebut punya utang menumpuk.

Penyedia layanan menyatakan, telah mengantisipasi masalah tersebut. Bagaimana caranya?

Presiden Direktur Indodana Ronny Wijaya mengatakan, penyedia layanan sebenanya tidak mendukung pinjaman berlebih. Sebab, itu akan menyebabkan ekosistem yang tidak sehat.

"Jadi sebenarnya kami dari anggota asosiasi fintech lending sama sekali tidak mendukung peminjaman berlebih karena itu kita tahu tidak sustainable bagi pihak manapun di ekosistem," katanya dalam webinar, Jumat (3/12/2021).

Dia menuturkan, solusi untuk mengatasi hal tersebut ialah pelaku usaha mengumpulkan data dalam satu penampungan. Dari situ, pihaknya mengetahui jika ada calon nasabah punya pinjaman berlebih.

"Dari sisi asosiasi kami sebenarnya memiliki sesuatu upaya konkret mencegah terjadi peminjaman berlebih tersebut. Kami bekerjasama, seluruh anggota asosiasi fintech untuk bisa menyatukan data kami di sebuah satu penampungan," katanya.

"Dari situ kami bisa melihat apakah calon peminjam tersebut, apakah orang tersebut sudah mempunyai peminjaman terlalu banyak atau tidak, di sisi fintech," sambungnya.

Dari situ juga, lanjutnya, bisa diketahui juga kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya.

"Dari situ kami bisa lega karena kita bisa tahu, kita bisa dengan mudah ketika seorang calon peminjam itu sudah tidak mencukupi kemampuannya melakukan pembayaran kewajiban-kewajibannya. Itu kira-kira upaya dari kami untuk menjaga supaya peminjaman berlebihan ini bisa dihindari dari yang kita salurkan," katanya.

(dna/dna)