Ssstt... Intelijen AS Mata-matai Pasar Kripto

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 17:17 WIB
Tajir Berkat Kripto
Foto: Aset Kripto (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS) (Central Intelligence Agency/CIA) diketahui tengah menggarap proyek yang berfokus pada intelijen kripto.

"CIA ingin menambah keahlian dalam cryptocurrency dan blockchain ke tim analis intelijennya selain berkomunikasi dengan pakar industri," kata Direktur Central Intelligence Agency, William Burns, dikutip dari Cointelegraph Rabu (8/12/2021).

Menurutnya, kripto memang memiliki dampak yang besar, khususnya di AS. Mengingat sempat adanya serangan ransomware.

Ransomware adalah bentuk pemerasan sederhana yang digunakan untuk pemerasan secara massal, disebarkan ke banyak pengguna dan dibuat lebih efisien dengan memanfaatkan cryptocurrency untuk anonymity sebuah transaksi. Demikian dikutip dari laman Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Tidak disebutkan secara gamblang kalau proyek ini untuk memerangi serangan siber. Namun Burns hanya menyampaikan proyek intelijen kripto untuk memperluas jaringan keuangan ke kelompok kriminal.

Burns sendiri sebelumnya telah menuntut jutaan crypto atas serangan siber terhadap sistem Colonial Pipeline pada bulan Mei, Meski demikian satuan tugas dari pemerintah AS merespons dengan mengganti sebagian besar dana yang hilang.

Mantan Direktur CIA 2012-2013, Michael Morrell mengatakan ia dan timnya pernah menganalisa bahwa blockchain adalah alat memerangi kejahatan dan pengumpulan intelijen yang sangat efektif. Namun kurang dimanfaatkan oleh lembaga penegak hukum.

(dna/dna)