ADVERTISEMENT

NFT Makin Populer, RI Perlu Punya Matketplace Lokal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 15:15 WIB
NFT
Foto: NFT (TOKONFT)
Jakarta -

Dunia kripto terus mengalami perkembangan. Belakangan, non fungible token (NFT) populer karena membantu para pekerja seni untuk menjual karyanya.

NFT sendiri saat ini banyak ditransaksikan melalui marketplace luar negeri. Tapi, belakangan muncul juga marketplace lokal. Salah satunya TokoNFT yakni marketplace NFT yang tesinkronisasi dengan berbagai blockchain.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengapresiasi marketplace yang tersinkronisasi dengan berbagai blockchain ini. Ia berharap, marketplace ini menjadi pilihan di masa kini maupun di masa depan.

"Mengapresiasi dan menyambut baik yaitu marketplace generasi baru dari non fungible token yang tersinkroninasi dari berbagai blockchain dengan tujuan membangun jembatan antara manusia dengan blockchain. Selamat atas pencapaian ini dengan harapan dapat menjadi salah satu pilihan terbaik di masa sekarang dan di masa yang akan datang," katanya, Kamis (9/12/2021).

Terpisah, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibimenjelaskan, NFT memang tengah populer saat ini. Ia pun yakin, NFT akan berkembang ke depannya.

Kemudian, ia pun mengungkap risiko jika marketplace NFT berada di luar negeri. Dia bilang, pemilik NFT akan mengalami kesusahan jika terjadi permasalahan pada NFT tersebut.

"Kalau marketplace di luar negeri, takutnya kalau terjadi apa-apa, investor Indonesia tidak bisa mengklaim. Mau mengadu kemana? Investasi itu harus hati-hati. Ada NFT di luar negeri begitu marak, kemudian banyak orang Indonesia yang melakukan investasi di luar negeri, memang saat ini sedang bagus-bagusnya tapi kalau seandainya ada hacker yang mereka bisa masuk ke web NFT tersebut terjadi apa, ada kebocoran, sehingga ada kerugian. Pada saat kerugian, investor ini mau mengadu ke mana? Ke Bappebti kah, ke OJK?" jelasnya.

Berbeda jika marketplace itu berada di Indonesia. Sehingga, investor bisa berlindung di bawah regulasi dalam negeri.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT