Duh! Marak Pencuri Kripto Capai Triliunan, Investor Kudu Piye?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 13 Des 2021 08:23 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

Uang digital seperti kripto rawan diserang peretas yang hendak mencuri aset digital tersebut. Inilah yang menjadi salah satu kelemahan uang digital.

Dikutip dari CNN, Senin (13/12/2021) ada berbagai kasus pencurian kripto yang dilakukan peretas belakangan ini. Misalnya di salah satu platform cryptocurrency, Poly Network. Peretas berhasil membawa lari kripto sebanyak US$ 600 juta atau setara Rp 8,5 triliun (kurs 14.300).

Kemudian, platform pertukaran kripto, Bitmart juga diserang peretas yang berhasil mengambil US$ 150 juta aset kripto.

Melihat maraknya kasus peretasan platform kripto, tentu ini mengkhawatirkan investor kripto atau para pemula yang baru bermain di dunia aset digital itu.

Menurut analis kripto, Joe McGrill dari TRM Labs, dalam menangani masalah tersebut, menurutnya pemegang platform haru berani mengganti aset yang dicuri tersebut.Jika tidak, maka perlu badan hukum siber seperti kalau di AS Internal Revenue Service, untuk memulihkan akses peretas ke platform kripto.

Di sisi lain tindakan itu memang tidak menjamin keamanan yang ketat. Berbeda dengan bank yang menawarkan asuransi pada simpanan dalam jumlah tertentu.

"Cryptocurrency yang dicuri, bisa hilang selamanya. Lebih sering daripada tidak, peretas berhasil lolos dengan dana curian karena cryptocurrency hampir tidak dapat dilacak dan mudah disamarkan dengan mencucinya melalui dompet dalam hitungan menit," kata salah satu pendiri Crypto Head, Adam Morris.

Lihat juga video 'Ini Loh Konsekuensi Listrik Mati Saat Mining Kripto':

[Gambas:Video 20detik]