2 Kota Ini Mau Jadi Pusat Bisnis Cryptocurrency, Jakarta?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 09:27 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
cryptocurrency
Jakarta -

Semakin hari, cryptocurrency semakin banyak diterapkan di kehidupan sehari-hari. Ada banyak orang berlomba-lomba untuk dapat semakin 'akrab' dengan mata uang digital ini.

Salah satunya adalah walikota Miami Francis Suarez. Diketahui bahwa ia ingin menjadi yang pertama dalam menciptakan cara baru untuk mengumpulkan pendapatan kota, yakni melalui cryptocurrency.

Melansir dari BBC, Rabu (15/12/2021), Suarez berpendapat kalau MiamiCoin (sebuah koin eksperimen yang dia luncurkan tahun ini) dapat mendatangkan begitu banyak pendapatan untuk kota sehingga mungkin di masa depan masyarakat kota Miami tidak perlu lagi membayar pajak.

MiamiCoin hanyalah salah satu bagian dari dorongan Suarez untuk membangun kota Miami sebagai pusat cryptocurrency.

"Saya percaya kita telah diberikan kesempatan yang sangat unik untuk mendiversifikasi ekonomi kita," katanya.

"Sebelum pandemi, lebih dari 60% ekonomi Miami berbasis sektor jasa. Itu membuat kami sangat rentan terhadap Covid dan saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengubahnya," jelasnya lagi.

Namun Suarez bukan bukan satu-satunya walikota yang ikut dalam perlombaan 'crypto-capital' di Amerika Serikat (AS). Ternyata ada juga walikota lain yang ikut bersaing dan ingin merubah kotanya menjadi pusat cryptocurrency.