Bitcoin Rp 3 T Hilang Jadi 'Harta Karun' di Tempat Sampah Inggris

Elsa Azzahra - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 13:13 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

James Howell, pria asal Wales Inggris terus mencari Bitcoin yang tidak sengaja ia buang di dalam tumpukan sampah sejak tahun 2013.

Dikutip dari CNBC, Rabu (22/12/2021), Diketahui hal tersebut bisa terjadi lantaran, saat ia sedang membersihkan rumah secara tidak sengaja ia membuang harddisk yang berisikan 7.500 Bitcoin yang saat itu bernilai lebih dari US$ 280 juta atau setara Rp 3,9 triliun (Kurs Rp 14.279).

Setelah bertahun-tahun, Howells masih yakin dia akan dapat menemukan dan memulihkan kembali Bitcoin tersebut. Meskipun bagian luar harddisk mungkin sudah rusak dan berkarat.

"Ada kemungkinan besar piringan di dalam drive masih utuh dan Para ahli pemulihan data kemudian dapat membangun kembali drive atau membaca data langsung dari piringan." katanya kepada CNBC.

Dalam proses pencariannya ini, saat itu ia membutuhkan izin dari Dewan lokal setempat untuk mencari di tempat pembuangan sampah yang diyakini masih menyimpan Bitcoin yang hilang.

Howells juga menawarkan untuk menyumbangkan 25% Bitcoin tersebut yang bernilai sekitar US$ 70,8 juta atau Rp 1 triliun bagi siapa saja yang berhasil menemukannya. Bahkan ia berjanji akan mendanai proyek penggalian dengan dana lindung yang tak ia sebutkan namanya.

Namun sejauh ini Dewan Kota Newport menolak permintaannya untuk memeriksa TPA, dengan alasan masalah lingkungan, pendanaan sekaligus tempat pembuangan sampah tersebut tidak terbuka untuk umum dan pelanggaran akan dianggap sebagai tindak pidana.

"Sejauh yang saya tahu mereka telah menolak tawaran itu, bahkan tanpa mendengar rencana tindakan kami atau tanpa diberi kesempatan untuk mempresentasikan mitigasi kami terhadap kepedulian mereka terhadap lingkungan, itu selalu 'tidak' setiap saat." sambung Howells.

Jika Howell tidak berhasil menemukan harddisk tersebut, Bitcoin yang tersimpan di dalam tumpukan sampah tersebut akan hilang selamanya.

(dna/dna)