IMF Lagi 'Ketar-ketir' Sama Bitcoin cs, Ada Apa Gerangan?

ADVERTISEMENT

IMF Lagi 'Ketar-ketir' Sama Bitcoin cs, Ada Apa Gerangan?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 25 Des 2021 14:30 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

International Monetary Fund (IMF) sedang menyoroti cryptocurrency. Mata uang digital itu dinilai berkembang dengan sangat cepat namun tak diimbangi dengan regulasi yang ada.

Berdasarkan data IMF, nilai pasar total dari semua aset kripto melampaui US$ 2 triliun pada September ini. Angka ini melesat 10 kali lebih tinggi dibandingkan awal 2020.

Wakil kepala divisi di IMF Evan Papageorgiou mengatakan banyak orang dan lembaga keuangan yang memperdagangkan aset krito, namun mereka dinilai kurang tata kelola, dan antisipasi risiko yang kuat dalam pelaksanaannya.

Dengan demikian, IMF mengatakan konsumen memiliki resiko yang cukup tinggi terhadap aset ini. Dengan regulasi yang minim, aset kripto punya celah data yang bisa diterobos, dan berpotensi besar sebagai wadah pencucian uang.

Selain itu soal keamanan data, IMF juga memberikan alasan lain mengapa aset kripto perlu diwaspadai.

Influencer kripto

Regulator keuangan Inggris, FCA, telah memperingatkan tentang hubungan antara media sosial dan investasi kripto. Ada banyak influencer yang hanya mempompom koin gorengan.

"Influencer media sosial secara rutin dibayar oleh scammers untuk membantu mereka memompa dan membuang token baru. Beberapa influencer mempromosikan koin yang ternyata tidak ada sama sekali," Charles Randell, ketua FCA.

Kim Kardashian, seorang selebriti dengan lebih dari 200 juta pengikut Instagram, dibayar untuk mengiklankan token kripto di akunnya awal tahun ini. Kritikus menyoroti Kim Kardashian yang mempromosikan ethereummax, namun tak begitu paham soal prospek koin tersebut ke depannya.

Lanjut halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT