Induk Facebook dan Instagram Mau Ikut Garap NFT

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 14:41 WIB
Ilustrasi Facebook
Foto: Reuters
Jakarta -

Perusahaan induk dari platform media sosial Facebook dan Instagram, Meta, kabarnya akan ikut terjun ke dunia NFT. Raksasa teknologi itu diklaim sedang mengembangkan cara untuk menciptakan, menampilkan, dan menjual NFT di platform Facebook dan Instagram miliknya.

Berdasarkan laporan The Financial Times, rencana ini masih dalam tahap awal dan mungkin akan mengalami perubahan. Seorang sumber mengatakan jika rencana ini berhasil di realisasikan, maka dompet digital Novi (yang juga sedang dikembangkan oleh Meta) kemungkinan besar akan mendukung proyek ini.

Selain itu berdasarkan laporan dari Financial Times, dikatakan bahwa tim di Facebook dan Instagram sedang menyiapkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk memasang NFT sebagai foto profilnya, sekaligus mengembangkan prototipe yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan NFT baru. Sedangkan tim lain di Meta juga kabarnya sedang membahas rencana meluncurkan marketplace khusus untuk jual beli NFT.

Belum diketahui sudah sejauh mana pengembangan proyek NFT di Meta. Tapi beberapa petinggi mereka sudah pernah mengungkapkan ketertarikan mereka akan NFT.

Head of Instagram Adam Mosseri bulan lalu mengatakan pihaknya sedang menelusuri NFT secara aktif dan mencari cara untuk membuatnya lebih mudah diakses oleh audiens luas. Sementara itu, CEO Meta Mark Zuckerberg juga pernah mengatakan bagaimana metaverse membutuhkan dukungan kepemilikan barang digital atau NFT.

Jika rencana Meta ini jadi kenyataan, maka proyek ini akan menjadi dukungan mainstream terbesar untuk NFT, dan membantu mengukuhkan posisi aset digital yang kontroversial ini di dunia.

Bagi Meta, terjun ke dunia NFT juga akan membantu mereka untuk menguatkan pengaruhnya di dunia metaverse. Meta mungkin akan membutuhkan framework untuk NFT agar penghuni metaverse bisa jual beli aset digital yang unik.

Langkah ini juga bisa menjadi cara Meta untuk mencegah platform pihak ketiga seperti OpenSea dan Rarible untuk memperkuat dominasinya di pasar jika NFT terbukti bukan tren jangka pendek.

(eds/eds)