Heboh Afiliator Binomo cs, Diduga Penipuan hingga Langgar Hukum

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 19:00 WIB
binomo
Binomo/Foto: Angga Aliya ZRF/detikcom
Jakarta -

Afiliator trading dari binary option sedang ramai menjadi pergunjingan. Profesi ini disebut-sebut melakukan praktik yang merugikan banyak masyarakat yang kepincut trading dengan sistem binary option. Binary option merupakan mekanisme yang digunakan oleh para broker ilegal seperti Binomo, OctaFX dan masih banyak lagi.

Cara kerjanya seperti judi, hanya menebak pergerakan aset keuangan seperti forex, kripto dan indeks saham dalam waktu singkat. Apakah akan naik atau turun. Jika tebakan salah maka uang yang dipertaruhkan diambil oleh broker alias bandar.

Dari informasi yang beredar, para afiliator ini mendapatkan komisi jika membernya mengalami kerugian. Bahwa disebut-sebut mereka mendapatkan komisi 70% dari kerugian tersebut dan sisanya jatah broker.

Berikut 4 hal yang wajib diketahui soal hebohnya afiliator:

1. Disebut Agen Casino

CEO Astronacci Internasional, Gema Goeyadi dalam akun Youtube yang juga menyebutkan bahwa afiliator dari binary option ini mendapatkan keuntungan 70%. Dia mencap mereka sebagai agen casino, sebab para afiliator tersebut juga memberikan tips-tips trading yang menurutnya menyesatkan.

detikcom sudah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataannya.

"Kalau saya ajak kamu, kalau saya ajarkan kamu ilmu yang sesat, lalu pada saat kamu rugi, 70% kerugian kamu menjadi hak saya loh. Itu berarti jadi sub agen kasino. Di dalam NKRI apabila TKP-nya terjadi di negara ini dan kemudian saya mengajak kamu lalu terindikasi dan terbukti saya melakukan praktik-praktik perjudian atau sub agen casino saya bisa ditangkap," terangnya.

2. SWI Endus Unsur Penipuan

Satgas Waspada Investasi (SWI) secara tegas menyatakan bahwa afiliator dari broker binary option seperti Binomo melanggar peraturan perundang-undangan. SWI juga menduga ada unsur penipuan.

Dari informasi yang beredar, para afiliator ini mendapatkan komisi jika membernya mengalami kerugian. Bahwa disebut-sebut mereka mendapatkan komisi 70% dari kerugian tersebut dan sisanya jatah broker.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing menilai apa yang dilakukan para afiliator termasuk dalam penipuan.

"Ini juga bisa dikatakan penipuan juga ini. Artinya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mereka sudah diduga akan merugikan masyarakat. Sudah diprediksi tidak akan mungkin terjadi. Sehingga yang diperoleh afiliator ini adalah keuntungan sebagian besar kerugian masyarakat. Semakin besar keuntungan mereka, kan begitu, ini makanya mereka harus dilaporkan ke polisi," terangnya saat dihubungi detikcom, Kamis (27/1/2022).

Lanjut halaman berikutnya.