ADVERTISEMENT

ASIX Token Anang Hermansyah Bikin Heboh, Ada Apa Sih?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 11 Feb 2022 17:15 WIB
Anang Hermansyah saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk.
Anang Hermansyah/Foto: Noel/detikFoto
Jakarta -

ASIX Token produksi Anang Hermansyah saat ini sedang menjadi perbincangan banyak. Token ini ramai dibahas di media sosial terlebih dengan gencarnya promosi dari para selebritis.

Tak jarang Anang dan istrinya Ashanty mempromosikan token yang dirilisnya itu di media sosial agar bisa dibeli. Ashanty bahkan mengaku sampai harus mengajarkan ribuan emak-emak agar memahami token ASIX hingga cara membelinya.

Meski demikian saat ini ASIX itu sedang ramai dibicarakan lantaran hingga saat ini aset kripto tersebut masih belum boleh diperdagangkan di Indonesia oleh Bappebti. Karenanya saat ini harga token digital tersebut sempat jatuh hingga 50%.

Agar lebih mudah dipahami, berikut kronologi heboh token ASIX:

ASIX Diluncurkan Anang

ASIX, token kripto milik Anang Hermansyah sempat ludes dalam semenit pada saat private sale. Kejadian itu sepertinya terulang saat peluncuran perdana melalui pre sale.

Pre sale untuk token ASIX sendiri dilakukan pada rabu malam (26/1/2022). Ternyata saat dilakukan peluncuran server sempat down gara-gara banyaknya investor yang hendak beli.

CEO IDM Co-op MC Basyar selaku developer token ASIX menjelaskan pada saat pre sale token ASIX disiapkan kuota awal sekitar 3 ribu wallet dan sudah masuk white list. Tapi ternyata ada sekitar 500 ribu wallet yang hendak ikut beli di luar dari 3 ribu wallet yang masuk white list.

Adapun token ASIX sendiri pertama kali dilisting pada situs CoinGecko.Selain itu liquidity pool dari ASIX saat awal peluncuran di level 500 BNB, namun kini sudah tembus di level 1.400 BNB.

Hasil Penjualan ASIX Sepekan Pertama

ASIX ternyata mendapatkan sambutan yang cukup positif dari para investor aset kripto. Hal itu tercermin dari kenaikan harga yang cukup besar. Sejak dilakukan launching di CoinGecko, dalam sepekan harga token ASIX sudah naik hampir 25 kali lipat.

"Per tadi malam itu sempat naik hampir 25 kali lipat dari launching," kataCEO IDM Co-op MC Basyar selaku developer token ASIX, Minggu (6/2/2022) lalu.

Token ASIX saat itu menyentuh level US$ 0,00000254. Posisi harga itu sudah mencapai killing zero, istilah untuk harga aset kripto yang mengurangi jumlah angka 0 di belakang koma. Basyar melihat ASIX masih memiliki prospek yang sangat positif. Apalagi masyarakat kini bisa membelinya melalui PancakeSwap, yang menurutnya langkah awal token ASIX bisa dilirik exchanger global.

"PancakeSwap itu adalah sesuatu yang bagiku kalau orang Indonesia ngerti, AS8X ini bisa mendunia. Di PancakeSwap ini adalah momentum bagaimana nanti orang akan melihat harga dasar ini sehingga ada orang global melirik," tuturnya.

ASIX Dilarang Dijual oleh Bappebti

Meski demikian, token ASIX milik Anang ini masih belum bisa diperdagangkan di Indonesia. Hal ini terbukti dari aset digital tersebut yang masih belum listing di Indodax. Anang beserta timnya masih belum bisa memperdagangkan Token tersebut lantaran pihak Bappebti masih belum memberikan izin.

"Dapat kami sampaikan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020," tulis Bappebti melalui akun Twitter @InfoBappebti, Kamis (10/2/2022).

Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 mengatur tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan tersebut sudah berlaku sejak 17 Desember 2020.

ASIX dalam Proses Izin di Bappebti

Menanggapi komentar terkait aset kriptonya yang masih belum mendapatkan izin, Anang Hermansyah mulai buka suara. Dia mengungkapkan jika saat ini pihaknya sedang mengurus perizinan ke Bappebti agar ASIX Token bisa diperdagangkan di Indonesia.

"Kami mengurus izin saat ini, banyak teman kripto lain yang berusaha menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia bisa bermain teknologi ini dengan baik, itu catatan penting," kata dia, Kamis (10/2/2022).

Anang menyebutkan, syarat yang ditetapkan Bappebti untuk token adalah wajib menjadi token kripto dengan market cap internasional 500 terbaik juga sedang diperjuangkan.

Dia juga menjelaskan jika nantinya ASIX Token ini juga akan melantai di Indodax (sebuah exchanger terbesar di Indonesia) setelah mendapat izin Bappebti. Anang mengatakan dirinya juga telah intens bertemu dengan CEO Indodax Oscar Darmawan.

Harga ASIX Anjlok

Usai kabar mengenai token ASIX yang belum mendapat izin dari Bappebti, informasi tersebut ternyata langsung direspon negatif oleh para investor. Hal ini membuat harga token ASIX terjun bebas to the bone.

Adapun token ASIX pada kamis kemarin, mengalami penurunan hingga berada di zona merah dan langsung terjun bebas.

Mengutip coinmarketcap, Kamis (10/02/2022). Harga token ASIX sempat berada di US$ 0.00000353 atau turun 36,56%. Melihat data perdagangan di laman tersebut, harga ASIX Token tampak terjun bebas sekitar pukul 15.10.

Dari harga tertinggi terakhir di US$ 0,000005378 pada 14.25 ke US$ 0,000002967 pada 15.10. Posisi itu adalah posisi terendah yang dicatatkan ASIX Token pada Kamis kemarin.

Sedangkan untuk hari ini, nampak bahwa aset digital tersebut masih mengalami penurunan harga. Berdasarkan data Coinbase, hari ini token Asix milik Anang itu kembali mengalami penurunan sebesar 11,8%. Bila ditotal, selama dua hari terakhir harga token kripto tersebut sudah mulai turun hingga mendekati 50%.

Investor ASIX Mengeluh

Lantaran harga ASIX Token yang terus mengalami penurunan, curhatan dari banyak investor kripto ini mulai membanjiri media sosial.

Curhatan para investor viral di media sosial seperti Twitter dan Facebook. Seperti yang diunggah oleh akun @bahyul2, di mana akun tersebut mengunggah tangkapan layar sebuah percakapan di grup Telegram ASIX Token ID.

Dalam grup tersebut terlihat uang para investor Token ASIX menguap hingga lebih dari 50%. Salah seorang anggota grup bertanya mengapa uangnya di ASIX kini hanya bernilai Rp 5 juta, padahal awalnya ia membeli senilai Rp 10 juta.

Keluhan ini juga dibagikan dalam akun grup Facebook Indodax Indonesia. Ada anggota grup lain yang juga heran uang senilai Rp 25 juta yang ditaruh di ASIX milik Anang kini hanya bernilai Rp 12 juta.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT