Rusia Serang Ukraina, Bitcoin cs Babak Belur

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 24 Feb 2022 14:36 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Harga bitcoin anjlok di bawah US$ 35.000 pada Kamis pagi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina.

Menyadur CNN, Kamis (24/2/2022), bitcoin diperdagangkan US$ 34.969 pada pukul 1:22 Waktu Timur menurut CoinMarketCap, turun lebih dari 8% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Aset kripto (cryptocurrency) paling berharga di dunia itu turun di bawah US$ 40.000 selama akhir pekan, dan terus merosot saat krisis Ukraina meningkat.

Mata uang digital tersebut telah kehilangan hampir setengah nilainya sejak posisi tertinggi November di US$ 68.990 karena ketegangan geopolitik, prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan pembatasan oleh beberapa ekonomi utama pada aset digital.

Uang kripto lainnya juga turun drastis pada Kamis pagi. Ethereum anjlok lebih dari 12%, menurut CoinMarketCap, sementara dogecoin turun lebih dari 14%.

Ethereum dan dogecoin terakhir diperdagangkan masing-masing pada US$ 2,349 dan 10 sen.

Analis pasar senior Amerika di Oanda, Edward Moya, mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien bahwa banyak investor kripto telah direndahkan oleh kehancuran terakhir kali.

"Mereka ragu-ragu untuk meningkatkan kepemilikan mengingat ketidakpastian yang luar biasa untuk aset berisiko," tambahnya.

Moya memperkirakan bahwa bitcoin kemungkinan akan terus melihat resistensi yang layak dari level US$ 40.000 karena ketegangan geopolitik akan mencegah aset berisiko memperoleh banyak reli.

(toy/dna)