ADVERTISEMENT

Parah! CEO BitConnect Diduga Raup Rp 34 T dari Penipuan Kripto

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 02 Mar 2022 12:52 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi by Mindra Purnomo
Jakarta -

Departemen Kehakiman dari Kejaksaan Federal San Diego telah mendakwa pendiri BitConnect Satish Kumbhani atas tuduhan penipuan investasi kripto. Kumbhani diduga telah melakukan praktik bisnis pinjaman kripto dengan skema ponzi.

Kumbhani dituduh telah menyesatkan investor tentang "program pinjaman" cryptocurrency, di mana ia mengklaim teknologi eksklusif dapat membawa pengembalian substantif kepada investor dengan melacak pasar pertukaran cryptocurrency.

Melansir dari CNN, Rabu (2/3/2022), adapun dari praktik bisnis pinjaman kripto dengan skema ponzi ini, Kumbhani dan rekan konspiratornya diperkirakan berhasil meraup dana sebesar US$ 2,4 miliar atau setara dengan Rp 34,4 triliun (kurs Rp 14.300/dolar AS).

"Seperti yang dituduhkan dalam dakwaan, bagaimanapun, BitConnect beroperasi sebagai skema Ponzi dengan membayar investor BitConnect sebelumnya dengan uang dari investor selanjutnya," kata Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan pernyataan dari Departemen Kehakiman tersebut, diketahui bahwa setelah sekitar satu tahun, program pinjaman itu tiba-tiba berhenti. Promotor Kumbhani diduga menopang harga mata uang digital BitConnect untuk menciptakan permintaan pasar palsu.

Setelah sekitar satu tahun, kata pernyataan itu, program pinjaman tiba-tiba berhenti. Promotor Kumbhani diduga menopang harga mata uang digital BitConnect untuk menciptakan permintaan pasar yang salah.

Kumbhani didakwa dengan melakukan penipuan aliran atau wire fraud, melakukan manipulasi harga komoditas, operasi bisnis pengiriman uang tanpa izin, serta melakukan pencucian uang internasional. Dia bisa menghadapi ancaman hingga 70 tahun penjara.

Sebagai informasi, BitConnect pertama kali menutup pertukarannya pada Januari 2018 setelah pemerintah North Carolina dan Texas mengeluarkan surat perintah penghentian operasional kepada perusahaan atas sekuritas yang tidak terdaftar.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT