Kacaw Sih! Akun Twitter KKP Diretas dan Jadi Lapak Jualan NFT

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 31 Mar 2022 14:34 WIB
Insikt Group: Hacker yang Disponsori Pemerintah Cina Targetkan Asia Tenggara dan Indonesia
Ilustrasi Hacker Retas Twitter KKP (Foto: DW (News))
Jakarta -

Akun Twitter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kena retas. Media sosial pemerintahan itu dijadikan lahan jualan aset digital non-fungible token (NFT) oleh peretas.

Berdasarkan pantauan detikcom, awalnya akun @kkpgoid mulai dijadikan lahan jualan NFT, dengan meretweet cuitan dari @ThePossessedNFT. Berbagai promosi dan penjualan diretweet.

Selain penuh dengan retweet dari akun tersebut. Dalam akun KKP juga terdapat tweet promosi NFT, cuitan ini baru diunggah sekitar 14 jam yang lalu.

"PRESALE SUDAH LANGSUNG SEKARANG! 666 PSSSSD tersedia SEKARANG! GRAB SEBELUM SOLD OUT! https://mint-pssssd.xyz Hanya orang yang kita ikuti yang bisa MINT! Kami akan live jam 7:00 malam untuk debrief. Bergabunglah dengan kami," dikutip dari akun @kkpgoid, Kamis (31/3/2022).

Menanggapi hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan buka suara. Staf Khusus Bidang Hubungan Media dan Komunikasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto Darwin menjelaskan diketahui peretasan itu dilakukan pada tengah malam dan baru diketahui saat paginya.

"Begitu tahu kita lakukan semua upaya pemulihan. Kita sudah laporan ke instansi yang lain juga," jelasnya kepada detikcom.

Peretas ini diduga ingin mengambil alih akun Twitter KKP. Doni mengatakan pihak KKP telah memenuhi prosedur keamanan Twitter, namun belum diketahui pasti penyebabnya.

"Jadi dia mau ambil alih akun, modusnya macam-macam sementara kita sendiri sudah menerapkan semua keamanan yang diminta oleh twitter, seperti two factor authentication dan lainnya. Tapi sebuah sistem pasti ada bolongnya, kita nggak tahu," ungkapnya.

Atas peristiwa ini, Doni mengatakan tidak ada kerugian yang dialami pihak KKP. Hanya saja masyarakat yang terkendala mencari informasi mengenai KKP.

"Tapi itu hanya salah satu karena kita punya banyak platform media penyampaian informasi. Ada Facebook, Instagram, YouTube, kanal medsos kita punya. Jadi twitter itu cuma salah satu platform saja," jelasnya.

Pihak KKP memastikan, hari ini masalah tersebut bisa segera selesai. "Kita usahakan hari ini beres," tutupnya.

(dna/dna)