ADVERTISEMENT

Yusuf Mansur Bilang Rp 200 T Bukan Cuma buat PayTren

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 12 Apr 2022 16:01 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran
Foto: Iswahyudi / 20detik
Jakarta -

Ustaz Yusuf Mansur kembali menjadi perbincangan setelah potongan video beredar dia marah-marah dan menyebut butuh uang Rp 1 triliun.

Setelah itu heboh lagi unggahan tangkapan layar terkait kebutuhan uang buat PayTren ternyata bukan Rp 1 triliun. Tapi Rp 200 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Ustaz Yusuf Mansur mengungkapkan sebenarnya Rp 200 triliun itu adalah afirmasi yang selalu dia tanamkan setiap harinya.

Tak cuma buat PayTren tapi juga untuk membangun cita-cita narasi baik seperti membangun rumah tahfiz di seluruh desa. Kemudian pembangunan pesantren Darul QUran dan pesantren tahfiz lengkap dari SD sampai kemudian perguruan tinggi di seluruh kota di tanah air dan di dunia.

"Membiayai Rumah Sakit. Membiayai jembatan jembatan yang menghubungkan antar desa yang tertinggal terpisah, membangun jalanan dan lain sebagainya Rp 200 triliun per bulan gitu," jelas dia.

Dia menyebutkan jika untuk PayTren sendiri sebenarnya dia tak butuh banyak. Hanya butuh untuk modal, restrukturisasi utang. Membayar gaji karyawan dan untuk hire karyawan baru.

"Kemudian berangkat menuju IPO. Kalau mau sukses memang satu kota itu butuh paling nggak 200 - 300 sumber daya manusia kalau bicara PayTren nih," jelasnya.

Karena itu jika ada 200 atau 300 orang dalam satu kota dan per orang butuh gaji Rp 5 juta per bulan. Maka dalam satu bulan saja kebutuhan Rp 1,5 miliar atau dalam satu tahun sekitar Rp 20 miliar.

"Kita butuh Rp 20 miliar nih untuk menghidupkan Kota Tangerang supaya bisa pakai PayTren semua. Kalau 10 kota berarti Rp 200 miliar setahun, kalau 100 kota ya Rp 2 triliun setahun," jelas dia. Kebutuhan akan meningkat jika kota yang dijangkau Paytren terus bertambah.

Simak Video 'Ustaz Yusuf Mansur: Viral Marah-marah hingga Belajar Sabar':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT