Masih Bingung Apa Itu Bitcoin dan Ethereum? Ini Perbedaannya

ADVERTISEMENT

Masih Bingung Apa Itu Bitcoin dan Ethereum? Ini Perbedaannya

Angga Laraspati - detikFinance
Sabtu, 16 Apr 2022 08:42 WIB
Ilustrasi investasi
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bitcoin dan Ethereum adalah dua nama yang paling sering terdengar di dunia kripto dan sama-sama menjadi aset favorit para investor. Tapi, ada beberapa perbedaan antara keduanya yang kadang masih belum banyak dipahami, terutama bagi para investor kripto baru atau newbie.

Dikutip dari keterangan tertulis Luno, pada dasarnya Bitcoin dan Ethereum sama-sama tergolong sebagai aset kripto yang terdesentralisasi (decentralized cryptocurrency). Keduanya tidak dikeluarkan maupun diatur oleh institusi terpusat seperti bank.

Justru, Bitcoin dan Ethereum bergantung pada banyak komputer dalam satu jaringan untuk dapat beroperasi atau mengesahkan suatu transaksi. Untuk mengetahui apa perbedaan keduanya, simak penjelasan berikut ini:

Alternatif Mata Uang vs Platform Serba-Bisa

Perbedaan Bitcoin dan Ethereum yang paling mendasar ada pada tujuan utama diciptakannya. Satoshi Nakamoto pertama kali merilis Bitcoin pada Januari 2009, sebagai alternatif alat tukar mata uang fiat seperti dolar, rupiah, dan sebagainya yang selama ini biasa kita gunakan.

Sedari awal, Bitcoin memang bertujuan agar bisa digunakan untuk aktivitas jual-beli, dan memiliki nilai khusus. Sedangkan Ethereum adalah sebuah proyek yang dirilis oleh Vitalik Buterin dan enam orang rekannya pada Juli 2015, sebagai sebuah platform untuk mendukung decentralized apps (aplikasi terdesentralisasi).

Ethereum kini menjadi dasar untuk berbagai aplikasi blockchain yang lebih luas. Misalnya, smart contract, DeFi (Decentralized Finance-ekosistem keuangan yang dapat beroperasi tanpa otoritas pusat seperti bank atau institusi keuangan lainnya), hingga NFT.

Memahami Hubungan Bitcoin, Ether, dan Ethereum

Jika membicarakan soal Ethereum, mungkin juga akan sering terdengar istilah Ether (ETH). Jangan salah, Ether bukanlah cara menyebut Ethereum dengan singkat, melainkan aset kripto milik Ethereum. Berbeda dengan Bitcoin (BTC), yang tidak memiliki 'induk' seperti Ethereum.

Dalam konteks jual beli kripto, yang biasa diperdagangkan adalah ETH atau Ether, bukan Ethereum. Ether ini yang bisa ditukar dengan aset kripto lain, digunakan untuk bertransaksi, atau membeli NFT. Jika berinvestasi Ethereum, maka yang dibeli sebetulnya adalah Ether-nya. Saat sebuah transaksi berkaitan dengan Ether, biasanya hal tersebut terjadi di dalam jaringan blockchain Ethereum.

Penentu Harga Bitcoin dan Ethereum

Di dunia, hanya ada 21 juta Bitcoin sedangkan jumlah ETH tidak terbatas, namun setiap tahun hanya 18 juta Ether saja yang dirilis dan bisa diperjual-belikan. Hingga April 2022, tercatat sudah ada setidaknya 19 juta BTC yang beredar, dan 120 juta ETH yang tersirkulasi. Ini adalah perbedaan Bitcoin dan Ethereum lainnya yang perlu diingat, karena bisa berpengaruh pada harga masing-masing.

Bitcoin kerap kali mendapatkan julukan 'emas digital' karena merupakan mata uang kripto paling pertama, memiliki market cap terbesar, dan jumlahnya terbatas. Keterbatasan Bitcoin nampaknya jadi salah satu faktor kenapa harganya terus naik, karena nantinya Bitcoin akan semakin langka.

Saat pertama kali diperjualbelikan pada Juli 2010, 1 BTC bernilai sekitar US$0,0008. Pada April 2022, nilainya sudah menyentuh US$46.000. Sedangkan Ethereum dianggap sebagai 'perak digital', dengan market cap terbesar kedua setelah Bitcoin, dan fungsinya yang sangat beragam.

Fleksibilitas yang ditawarkan oleh Ethereum ini menjadikannya semakin seksi di mata investor. Sehingga, harga Ether pun ikut terkatrol, karena pengguna Ethereum semakin banyak. Saat Ethereum pertama kali merilis Ether pada Agustus 2014, 1 ETH bernilai setidaknya US$0,31 per koin. Pada April 2022, harga ETH berada di kisaran US$3.400 per koin.

Setelah memahami perbedaan Bitcoin dan Ethereum tadi, aset kripto manakah yang akan dijadikan instrumen investasi? Apapun pilihannya, jangan lupa untuk selalu pertimbangkan dengan matang dan bijaklah dalam berinvestasi serta selalu gunakan platform exchange yang legal dan terdaftar di Bappebti seperti Luno Indonesia.



Simak Video "Cara Kaya Pelihara 'Tuyul' Kripto "
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT