Aset Kripto Makin Populer di RI, Begini Datanya

ADVERTISEMENT

Aset Kripto Makin Populer di RI, Begini Datanya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 17 Apr 2022 18:00 WIB
Kafe Kripto di Thailand
Foto: Reuters
Jakarta -

Saat ini jual beli aset kripto tidak hanya melesat pada pasar global, tapi juga masuk ke dalam pasar Indonesia. Platform jual beli aset kripto global Luno, mencatat, transaksi kripto telah melampaui 10 juta pelanggan di lebih dari 40 negara.

CEO dan Co-Founder Luno Marcus Swanepoel mengungkapkan jumlah pertumbuhan pengguna aset kripto, pada bulan Maret 2022 lalu.

"Diperkirakan ada 300 juta orang yang menggunakan aset kripto di seluruh dunia, pada Maret 2022. Angka tersebut diperkirakan akan tumbuh seiring ekosistem aset kripto, yang semakin terbentuk dan menjangkau pasar global," kata Marcus dalam keteranganya, Minggu (17/4/2022).

Menurut pihaknya, rata-rata deposit pertama dari pelanggan di Indonesia mencapai Rp 500 ribu, pada saat pembukaan akun baru. Jumlah tersebut cenderung bertahan selama 6 bulan, dimana 50% dari mereka membeli aset Bitcoin.

Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas juga mengatakan data tersebut menunjukan bahwa tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada aset kripto.

"Pertumbuhan jumlah pelanggan yang pesat ini, menunjukkan minat masyarakat Indonesia yang tinggi untuk berinvestasi aset kripto. Secara mudah dan di platform yang terpercaya," ujar Jay.

Di Indonesia sendiri, aset kripto yang terpercaya adalah kripto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Selain itu, platform tersebut juga mencatat bahwa ada 1 juta pelanggan baru, hanya dalam 6 bulan. Di mana hal itu menunjukan pertumbuhan jumlah pelanggan global hingga 35% secara year-on-year (YoY).

Luno juga mencatatkan peningkatan market cap (kapitalisasi pasar) tertinggi hingga mencapai US$ 3 triliun atau setara Rp 43,096 triliun pada November 2021 lalu. Setelah mencatat peningkatan market cap, pasar aset kripto turun ke level terendah dalam lima bulan terakhir pada Januari 2022. Hal itu seiring kekhawatiran kondisi ekonomi makro.

Merujuk pada data terbaru per tanggal 11 Maret 2022, rata-rata pelanggan cenderung bertahan (hold) selama lebih dari 7 bulan. Afrika Selatan merupakan pasar yang paling aktif, dengan kecenderungan bertahan terlama hingga rata-rata 10 bulan.

Pelanggan dari Singapura memiliki nilai deposit pertama yang tertinggi yaitu US$ 76 atau sekitar Rp 1 juta selama 12 bulan. Sedangkan, pelanggan di Nigeria yang merupakan salah satu pasar terbesar Luno, memiliki rata-rata nilai deposit pertama senilai US$ 10 atau sekitar Rp 143.655.

Platform tersebut pun menargetkan akan menghadirkan aset kripto ke lebih dari satu miliar pelanggan pada tahun 2030. Hal itu dilakukan seiring permintaan yang luar biasa terhadap aset kripto, di berbagai negara berkembang dan negara maju.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT