ADVERTISEMENT

Jangan Coba-coba Ikut Binomo Cs, Sudah Pasti Rugi!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2022 13:17 WIB
Binomo
Foto: Binomo (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Judi online berkedok investasi dan trading online beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan karena membuat banyak rugi para member yang mengikuti sistem tersebut.

Pengamat IT sekaligus Chief Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah mengungkapkan sebenarnya aplikasi trading online ilegal ini hanya dijadikan sebagai topeng saja. Pasalnya si pemilik platform sudah mengubah sedemikian rupa agar platform terlihat menarik.

"Aplikasi bodong itu bisa diedit, jadi mereka bisa mengubah suka-suka hasil investasinya. Tapi yang pasti akan sulit ditarik," kata dia kepada detikcom, Selasa (19/4/2022).

Ruby menjelaskan hal ini dilakukan demi mengelabui para member yang sudah melakukan top up. Jadi seperti membuat member ingin top up terus-terusan dan bisa meraup keuntungan yang besar.

"Misalnya ada yang top up US$ 2 juta, tiba-tiba sudah untung dan jadi US$ 5 juta. Otomatis member mau tarik dong, tapi ketika mau ditarik dia nggak bisa transaksi dan dapat email kalau akun di-freeze karena belum bayar pajak internasional," jelas dia.

Nah peringatan freeze ini dikeluarkan ketika platform merasa korban sudah mulai curiga. "Karena mereka sudah organize crime, itu seperti sudah jadi SOP, tahap akhir untuk menjebak korban. Kalau korban bayar lagi ya mereka otomatis dapat double, kalau nggak bayar dapat uang yang sudah dideposit itu," jelas dia.

Menurut Ruby, memang platform semacam ini beraksi dengan sangat rapi dan terstruktur. Kemudian korban yang terjerat juga bukan orang sembarangan tapi juga orang yang dari kalangan intelektual dan berduit.

Caranya mereka sampai profiling calon-calon korbannya. "Mereka menyusun skenario dan cerita untuk profiling korban dan prospek korbannya. Misalnya orang ini percaya nih sama tokoh ini, orang ini percaya sama cara kerja sistem A. Jadi mereka masuk lewat situ. Memang seperti perusahaan, lengkap ada divisi dan SOP, data-datanya juga lengkap," jelas dia.



Simak Video "Indra Kenz Juga Pernah Kalah Trading, Begini Ceritanya"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT