'Berdarah-darah', Terra LUNA Dihentikan dari Perdagangan Kripto

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 13:36 WIB
AS Sita $3.6 Miliar Mata Uang Kripto Terkait Peretasan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Token kripto Terra LUNA belakangan mendadak menjadi perhatian orang, terutama investor kripto karena harganya yang turun drastis. Perdagangan token Terra (Luna) dan TerraUSD (UST) saat ini telah kehilangan hampir 100% nilainya, dalam rentang hari.

Bahkan, Terra resmi dibekukan dan menghentikan jaringannya. Informasi tersebut, diumumkan dalam cuitan akun Twitter @terra_money, pada Jumat (13/5/2022).

"Blockchain Terra telah secara resmi dihentikan di blok 7607789. Validator Terra telah menghentikan jaringan untuk membuat rencana untuk menyusunnya kembali. Lebih banyak pembaruan yang akan datang," tulis tweet akun @terra_money, dikutip detikcom Jumat (13/5/2022).

Do Kwon selaku pendiri Terrafrom Labs yang merupakan pengembang aset kripto Terra itu mengaku sedang menyiapkan langkah untuk menyelamatkan Terra. Dia mengatakan akan segera mengumumkan rencana tersebut.

"Saya mengerti bahwa 72 jam terakhir sangat sulit bagi Anda semua - ketahuilah bahwa saya bertekad untuk bekerja dengan Anda semua untuk mengatasi krisis ini, dan kami akan membangun jalan keluar dari ini," katanya seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (12/5).

Diketahui, harga aset kripto bernama Terra dengan kode perdagangan LUNA itu turun sampai 96,39% dalam perdagangan 24 jam terakhir pada hari Kamis (12/5/202) kemarin. Dikutip dari CoinmarketCap, Kamis (12/5), pukul 13.00 WIB Terra diperdagangkan pada US$ 0,32 atau setara Rp 4.659 per koin.

Semantara dikutip dari Coinbase, Jumat (13/5) pukul 12.42 WIB, harga Terra LUNA turun jauh hingga 99,99% menjadi Rp 0,64 per koin. Padahal pada April 2022, harganya menyentuh level tertinggi senilai Rp 1,7 juta per koin.

Aset kripto buatan Do Kwon itu memang sempat menjadi primadona investor. Terra LUNA sendiri juga pernah menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam, dengan nilai US$ 40 miliar. Sayangnya, kini harganya turun drastis banget, sehingga harus ditangguhkan dari perdagangan.

(fdl/fdl)