Dulu Cuma Rp 50 Ribu, NFT Asal RI Ini Kini Bikin Cuan Miliaran

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 15 Mei 2022 23:01 WIB
Suasana pameran Non Fungible Token (NFT) bertajuk Indo NFT Festiverse pertama di Yogyakarta.
Foto: Pradito Rida Pertana
Jakarta -

NFT Pertama Indonesia, Etherwaifu membukukan total penjualan Rp 33 miliar, setelah 1.025 lukisan digitalnya terjual habis. Hal ini diungkap oleh kreatornya yang berasal dari Bandung, Agro selaku fotografer, software engineer dan Jubi selaku ilustrator.

Etheriwaifu sempat dikembangkan di Jepang, sebelum akhirnya dirilis pada 24 Maret 2018.

"Kami rilis di bulan Maret 2018, dan kita juga sempat diberitakan di beberapa media berbahasa Indonesia, salah satunya Japanese Station. Saat itu kami rilis 1.025 NFT dengan harga per itemnya sebesar Rp 50 ribu," ujar Agro dalam keterangannya, Minggu (15/5/2022).

Agro menuturkan, butuh waktu 3 tahun bagi Etherwaifu untuk mencapai sukses seperti sekarang. Hal itu lantaran di kala perilisannya, market kripto sedang down.

Alhasil, meski dibanderol Rp 50 ribu, Etherwaifu hanya terjual sekitar 55 unit saja. Project ini juga bisa dibilang mengalami failure financial karena tidak adanya produk yang terjual di 2019 dan 2020.

"Kita terus berusaha membangun dan mengembangkan softwarenya, tapi setelah 55 unit itu, belum ada pembeli lagi. Di tahun 2019 salesnya nol, tak ada yang membeli sama sekali. Tahun 2020 juga juga sama. 2 tahun berturut-turut tidak ada aktivitas ekonomi sama sekali," katanya.

Beruntung, NFT lantas booming di 2021. Etherwaifu pun mulai banyak menarik perhatian, setelah seorang arkeolog NFT, Adam McBride menulis artikel tentangnya.

Adam sendiri merupakan salah satu anggota dari komunitas Historical NFT Collector. Salah satu kegiatan dari komunitas tersebut adalah mencari NFT-NFT bersejarah di blockchain yang rilis sekitar tahun 2017 dan 2018.

Bersambung ke halaman selanjutnya.