Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Lagi Naik Daun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 16 Mei 2022 22:55 WIB
Ikut Tren Digital, McDonalds Siap Hadirkan Restoran Metaverse
Ilustrasi Metaverse/Foto: Getty Images/spflaum1
Jakarta -

Metaverse kini ramai diperbincangkan karena seseorang bisa menikmati pengalaman dunia nyata melalui dunia virtual. Metaverse disebut tak memiliki batas di semua bidang seperti bisnis, ekonomi, Pendidikan, IT dan dunia hiburan.

Apalagi untuk Gen-Z yang kini makin menikmati metaverse. Istilah Metaverse pertama kali ada dalam novel Snow Crash yang ditulis oleh Neal Stephenson pada tahun 1992 lalu.

Founder Advisia Sandy Permadi mengungkapkan dengan metaverse ini maka dunia virtual bisa saling terhubung. Mulai dari berkomunikasi, bekerja, bermain atau berinteraksi seperti di dunia nyata.

Metaverse adalah kombinasi dari beberapa elemen teknologi, termasuk virtual reality, augmented reality (AR), dan video. Kombinasi tiga teknologi tersebut memungkinkan penggunanya berada di dalam dunia digital bernama metaverse. Metaverse bisa berupa konser, konferensi hingga perjalanan virtual keliling dunia.

Dia menjelaskan supaya bisa masuk di dunia virtual 3D ini, kita mesti mengenakan headset atau kacamata AR. Dunia ini digadang-gadang akan menjadi dunia virtual yang paralel dengan kehidupan nyata. Metaverse lebih banyak dinikmati Gen-Z lantaran generasi muda inilah yang sekarang lebih menikmati kehidupan di dunia virtual dan adanya tuntutan pengalaman digital yang tinggi.

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai persepsi Gen-Z akan metaverse, Advisia bersama dengan WIR Global meluncurkan White Paper Project mengenai Metaverse. Di samping untuk mengulik persepsi Gen Z, project ini juga berupaya menjelajahi kegunaannya secara optimal, serta menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik