ADVERTISEMENT

Sederet Aset Kripto Tumbang, The Next Terra Luna?

- detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 16:46 WIB
People pass their time at a cafe which has dozens of screens showing the latest trends and prices on various cryptocurrencies for their crypto investors customers in Nakhon Ratchasima, Thailand January 21, 2022. Picture taken January 21, 2022. REUTERS/Soe Zeya Tun
Foto: REUTERS/SOE ZEYA TUN

Sebelumnya, Mashinsky membela Celcius dalam wawancara YouTube dengan InvestAnswers. "Cel tidak terhubung ke bisnis, kami tidak melindungi token cel, ia memiliki kehidupannya sendiri," kata Mashinsky.

Mashinsky menjelaskan bagaimana Celsius mendukung cryptocurrency dengan membeli lebih banyak setiap minggu untuk memenuhi permintaan.

"Efek Roda gila kami adalah lebih banyak pengguna yang membawa lebih banyak aset, yang berarti lebih banyak hasil, yang berarti kami harus membeli lebih banyak token cel. Jadi, ketika kami memperoleh hasil itu dari bitcoin, ethereum, dan sebagainya dan orang-orang itu memilih untuk menghasilkan dan menjual, Celcius harus membeli lebih banyak token cel," tambah Mashinsky.

Minggu ini, analisis blockchain oleh The Block mengungkapkan bahwa Celcius telah memasukkan US$500 juta ke dalam high-yield Anchor Protocol milik terra dalam beberapa bulan terakhir, dan berhasil menariknya sebelum kehancuran total luna, UST, dan ekosistem terra.

Sementara itu, Financial Times melaporkan Celcius mengurangi pinjaman stablecoin tether USDT menjelang volatilitas pasar terbaru, menguranginya setengah menjadi 500 juta dalam beberapa bulan terakhir, mengutip sumber anonim, dilansir dari Forbes.

Pasokan Tether yang beredar telah turun menjadi sekitar US$75 miliar, turun dari US$83 miliar awal pekan ini menurut data CoinMarketCap, menunjukkan bahwa perusahaan telah terkena sekitar US$8 miliar dalam penebusan selama seminggu.

Volatilitas harga bitcoin dan Kripto baru-baru ini telah disalahkan pada Federal Reserve yang memulai program kenaikan suku bunga dalam upaya untuk menurunkan inflasi yang tak terkendali.

"Pasar kripto adalah pasar kecil," kata Mashinsky, berbicara di saluran YouTube InvestAnswers. "Pada dasarnya melekat ke pasar saham dan pasar saham melekat pada Fed dan apa pun yang Fed lakukan, pasar saham akan bereaksi secara positif atau negatif."

Mashinsky memperingatkan bahwa inflasi yang melonjak, yang telah mengarahkan Fed dalam beberapa bulan terakhir, bersama dengan Indeks Volatilitas Cboe, atau VIX, adalah "domino pertama", menandakan fluktuasi pasar.

"Saya tidak tahu apakah harga bitcoin akan naik atau turun," Cory Klippsten, kepala eksekutif aplikasi pembelian bitcoin Swan Bitcoin, mengatakan dalam pesan Telegram, dilansir dari Forbes.

"Bitcoin terasa murah bagi saya pada level ini, tetapi selalu terasa murah bagi saya. Secara umum, volatilitas tinggi sangat bagus untuk volume pertukaran, termasuk Swan. Kami telah melihat peningkatan level pembelian, tiga hingga empat kali lebih tinggi dari biasanya, sejak Runtuhnya luna dan UST dimulai seminggu yang lalu," ujar Cory.


(Shafira Cendra Arini/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT