ADVERTISEMENT

Jadi Super App Investasi, Ajaib Bantu Tingkatkan Literasi Keuangan

Hanifa Widyas - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 18:08 WIB
Ajaib
Foto: Ajaib
Jakarta -

Super app atau berbagai layanan di dalam satu aplikasi dapat memanjakan dan memberi kemudahan bagi konsumen Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Super app merupakan satu aplikasi yang menawarkan berbagai macam layanan, termasuk pembayaran atau layanan keuangan.

Baru-baru ini, Ajaib Group (PT Ajaib Teknologi Indonesia) meluncurkan Ajaib Kripto (PT Kagum Teknologi Indonesia), sebagai fitur investasi aset kripto. Sebagai penyelenggara aplikasi Ajaib yang terdiri dari unit usaha sekuritas (PT Ajaib Sekuritas Asia) dan reksadana (PT Takjub Teknologi Indonesia), fitur terbaru itu nampaknya telah dinantikan kehadirannya oleh konsumen. Hal ini terbukti dari antusiasme netizen di laman media sosial @ajaib_investasi.

"Akhirnya ada coinnya, jadi nggak usah bolak balik mantau harga coin beda aplikasi," ungkap pemilik akun @ercsndg.

"Mantap ni, jadi gak usah banyak2 aplikasi buat invest, terus perbanyak koin2 nya min," tulis akun @tonyz.3

Salah satu pengguna Ajaib, Gustidha Budiartie juga memberikan apresiasi transformasi Ajaib. Ia mengatakan transformasi tersebut memudahkan dirinya melakukan diversifikasi investasi sesuai kebutuhan.

"Semua kebutuhan investasi saya dapat dipenuhi dalam satu aplikasi Ajaib, yang memudahkan saya melakukan diversifikasi investasi sesuai kebutuhan. Super app Ajaib memudahkan dan memberikan pengalaman terbaik ketika akses ke layanan investasi saham, reksadana, maupun aset kripto," ungkap Gustidha dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

Sebelum merambah di Indonesia, super app sudah lebih dahulu populer di luar negeri. Beberapa di antaranya adalah PayTM besutan India yang menawarkan pembayaran, belanja daring, hingga pemesanan tiket dan keperluan perjalanan. Ada pula aplikasi pembayaran dari Inggris bernama Revolut yang juga melayani pembelian tiket dan hotel untuk perjalanan.

Di Amerika, fintech pembayaran PayPal berencana untuk merambah fitur chat dan layanan keuangan. Keberadaan super app membuktikan konsumen tidak perlu repot lagi mengunduh banyak aplikasi untuk menikmati berbagai layanan.

Diketahui fintech juga mengindikasikan arah ekspansi menjadi super-app di bidang layanan keuangan di luar transportasi, e-commerce, dan online travel agent. Hal tersebut terbukti saat acara pemaparan kinerja kuartal I/2021, yaitu BCA juga mengisyaratkan arah perkembangan BCA ke e-commerce.

Selain itu, layanan investasi reksadana juga disediakan oleh e-commerce, seperti Tokopedia lewat PT Tokopedia yang bekerja sama dengan Bareksa yang diawasi OJK serta investasi emas hasil kerja sama dengan Pluang yang diawasi oleh Bappepti.

Transformasi berbagai perusahaan teknologi menjadi super app melahirkan unicorn-unicorn baru asli Indonesia sehingga dampak yang dihasilkan adalah positif. Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Indonesia, Joko Widodo yang terus mendorong ekonomi digital dan menjadikan Indonesia menjadi hub teknologi yang inovatif di Asia Tenggara.

Indonesia akhirnya memiliki 8 unicorn pada 2021 akibat keunggulan ekosistem digital Indonesia, salah satunya merupakan Ajaib yang menjadi unicorn ke-7 di Indonesia. Prestasi ini sesuai dengan target Jokowi, yakni mencanangkan Indonesia memiliki 25 unicorn dalam beberapa tahun ke depan.

Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia Dr. Alfindra Primaldhi menilai saat ini adalah momen yang tepat untuk fintech berkembang. Ia menganggap ketertarikan masyarakat terhadap produk keuangan di fintech mampu mendorong penyedia layanan untuk berkembang.

"Meluasnya penetrasi internet menghasilkan masyarakat yang semakin tech-savvy, termasuk terhadap investasi digital melalui aplikasi. Meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap produk keuangan di platform fintech dapat mendorong penyedia layanan untuk mengembangkan layanan keuangan yang mudah digunakan oleh konsumen lintas demografi. Hal ini akan berdampak pada percepatan inklusi keuangan pada masyarakat," ujar Alfindra.

Alfindra menambahkan perkembangan fitur saja tidak cukup untuk mewujudkan inklusi keuangan. Perlu adanya usaha untuk mengedukasi, khususnya untuk lapisan masyarakat yang awam terhadap fintech.

"Pengembangan layanan tetap harus dibarengi dengan edukasi yang komprehensif dan konsisten ke berbagai lapisan masyarakat, terutama yang masih awam dengan fintech. Tujuannya adalah memastikan konsumen paham betul layanan keuangan yang mereka gunakan, termasuk keamanannya," ungkap Alfindra.

Berkembangnya Ajaib menjadi super app dinilai akan menjadi angin segar bagi perkembangan industri teknologi di Indonesia. Konsumen menganggap kemudahan mengakses berbagai layanan keuangan dan investasi dalam satu aplikasi akan mendorong mereka untuk mencapai kemerdekaan finansial. Dengan kata lain, salah satu pendorong inklusi keuangan di Indonesia adalah kehadiran era baru fintech super app.

(ega/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT