ADVERTISEMENT

BI Siapkan 'Kisi-kisi' Rupiah Digital

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 12 Jul 2022 11:37 WIB
Uang Tunai Rupiah
Foto: Ari Saputra/detikcom
Nusa Dua -

Bank Indonesia akan mengeluarkan panduan atau kisi-kisi terkait penerbitan rupiah digital. Panduan itu rencananya akan terkait desain, kebijakan, hingga skema distribusi mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) itu.

Rencananya panduan itu akan terbit pada akhir tahun ini. Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, dalam agenda side event Presidency G20, Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022.

"Bank Indonesia terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan digital rupiah," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa (12/7/2022).

Menurut Doni, panduan itu berguna untuk mengakomodasi pembuatan mata uang digital bank sentral. Selain itu, panduan juga menjadi langkah BI sebelum menerbitkan rupiah digital

"Mandat bank sentral di bidang digital dan meningkatkan inovasi dan efisiensi. Dalam waktu dekat sebagai bagian dari kemajuan perkembangan saat ini, Bank Indonesia akan menerbitkan white paper (panduan) dengan melakukan konsultasi" ucapnya.

Kemudian, panduan juga sebagai jembatan karena terdapat berbagai risiko yang harus diantisipasi atas penerbitan rupiah digital, seperti stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan.

"Saat ini mayoritas bank sentral dunia telah melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan enam tujuan penerbitan CDBC. Pertama menyediakan alat pembayaran digital yang bebas risiko menggunakan rupiah digital. Kedua memitigasi risiko -sovereign digital currency. Ketiga, memperluas efisiensi dan tahapan sistem pembayaran termasuk cross border.

"Keempat memperluas dan mempercepat inklusi keuangan dan kelima menyediakan instrumen kebijakan moneter dan keenam memfasilitasi distribusi fiscal subsidy," tutupnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT