ADVERTISEMENT

IMF Ungkap Ancaman di Balik Heboh Bank-Bank Sentral Dunia Bikin Uang Digital

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 12 Jul 2022 13:03 WIB
different currencies, money exchange concept, finance and trading
Foto: Getty Images/iStockphoto/anyaberkut
Nusa Dua -

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkap ancaman di balik keberadaan mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) yang akan digarap oleh Bank Sentral seluruh dunia.

Kepala Divisi di Departemen Moneter dan Pasar Modal di IMF Tommaso Mancini Griffoli, menyebutkan jika nanti CBDC hadir, dikhawatirkan nasabah bank komersial mencairkan deposito mereka dan beralih ke CBDC.

"Dalam hal CBDC yang dikhawatirkan adalah pelarian dari simpanan bank dan larinya dari simpanan bank ke CBDC. Inilah krisis yang benar-benar nyata," katanya di di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/7/2022).

Kemudian, arus uang di bank komersial juga disebut akan menyusut. Karena banyak orang yang menarik depositonya dan beralih ke CBDC.

"CBDC adalah kewajiban bank sentral. Bahkan jika bank-bank komersial terlibat dalam distribusi ini, neraca mereka akan menyusut, deposito-deposito keluar dari bank-bank komersial," ungkap

Untuk menyiasati ancaman tersebut, Tommaso menyarankan agar bank komersial menawarkan suku bunga yang lebih tinggi. Hal itu untuk mempertahankan nasabahnya saat CBDC hadir.

"Bank dapat menanggapi arus keluar karena CBDC dengan bunga yang tinggi," tuturnya.

Sementara, jika CBDC tidak memiliki keuntungan misalnya tidak memberikan suku buka. Maka masyarakat disebut akan tetap memilih bank komersial untuk menyimpan uang atau aset dibandingkan CBDC.

"Dan tidak jelas bahwa CBDC akan memiliki keuntungan. Jika CBDC misalnya tidak menawarkan suku bunga, dan bank komersial memiliki jaminan simpanan yang baik. Deposito bank komersial mungkin sama amannya dan menawarkan imbalan yang lebih tinggi. Dalam hal ini, Anda mungkin memutuskan untuk menyimpan deposito bank komersial," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Tommaso juga mengingatkan kepada bank sentral agar dalam menghadirkan uang digital harus dipikirkan kebijakan, risiko hingga memperhatikan suku bunga.

"Bank sentral sebenarnya dapat memodulasi desain CBDC dan untuk menghitung risiko dalam menjalankan, perhatikan bunga CBDC," tutupnya.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Divisi di Departemen Moneter dan Pasar Modal di International Monetary Fund (IMF) Tommaso Mancini Griffoli, dalam agenda side event Presidency G20, Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022.

Sebagai informasi, CBDC merupakan mata uang digital yang akan diciptakan semua bank sentral di dunia. Termasuk Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan rupiah digital.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT