ADVERTISEMENT

Penambang Buru-buru Jual Stok Bitcoin, 14.000 Keping Dilego

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 09:05 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Para penambang kripto kini berbondong-bondong untuk menarik dana mereka sejak harga bitcoin yang terus melorot dalam beberapa waktu terakhir.

Dikutip dari CNBC.com disebutkan ada sekitar US$ 300 juta atau 14.000 keping bitcoin yang keluar dari dompet kripto ini.

Fenomena ini terjadi karena para penambang sedang siap-siap untuk menjual koin yang mereka dapatkan untuk menutup biaya operasional penambangan yang sedang berlangsung.

Sekadar informasi saat ini harga bitcoin diperdagangkan pada level US$ 21.600 atau naik 3% dalam 24 jam terakhir.

Padahal dulunya bitcoin sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada posisi US$ 69.000 per keping pada November 2021.

Rendahnya harga bitcoin yang tak diimbangi dengan harga energi ini disebut bisa menekan margin keuntungan untuk para penambang. Hal ini juga yang membuat sejumlah orang menjual bitcoin mereka untuk mengurangi risiko kerugian.

Analis Citi Joseph Ayoub mengungkapkan memang saat ini ada kenaikan biaya listrik dan penurunan harga bitcoin yang sangat tajam.

"Biaya penambangan mungkin lebih tinggi daripada harga bitcoinnya untuk beberapa penambang," kata Joseph dalam sebuah laporan, dikutip Selasa (19/7/2022).

Dia mengungkapkan kondisi ini membuat para penambang bitcoin tertekan dan bisa menuju jurang kebangkrutan.

Salah satu perusahaan pertambangan kripto Core Scientific mengungkapkan jika pasokan bitcoin yang mereka miliki telah dijual.

CEO Core Scientific Mike Levitt mengungkapkan jika para penambang ini harus membayar tagihan mereka. "Kami menambang dan menghasilkan bitcoin tapi biaya pengluaran kami dalam dolar," jelas dia.

Sebelumnya menambang bitcoin merupakan aktivitas yang menguntungkan. Tapi kini margin yang bisa didapatkan terus-terusan turun.

Bulan lalu saja, Core menjual 7.202 bitcoin mereka dengan harga rata-rata US$ 23.000. Levitt menyebut jika mereka juga telah berinvestasi sekitar US$ 167 juta untuk pertumbuhan perusahaan seperti penambahan server dan penambahan kapasitas pusat data tambahan.

Levitt mengaku optimis dengan prospek bisnis kripto ini.

"Kami akan senang jika bitcoin bisa kembali ke US$ 35.000 - US$ 40.000," jelas dia.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT